Industri Percetakan Dorong Transformasi ke Digital - Kompas.com

Industri Percetakan Dorong Transformasi ke Digital

Kompas.com - 16/04/2014, 21:29 WIB
KOMPAS/PRIYOMBODO Teknisi mengoperasikan mesin cetak dalam All Print Indonesia 2012 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (8/11/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) mengakui salah satu hambatan peningkatan produktifitas industri percetakan adalah mesin cetak yang masih konvensional. Oleh karena itu, PPGI mendorong pemerintah agar mempercepat tranformasi penggunaan mesin cetak konvensional ke digital.

"Betul mesin cetak kita masih di impor. Kita mendorong Kemenperin bahwa kita harus melangkah ke mesin cetak digital," ujar Jimmy Junianto, Ketua PPGI, di Jakarta, Rabu (16/4/2014).

Jimmy menjelaskan, dengan menggunakan mensin cetak digital, produktivitas industri percetakan akan lebih tinggi. Dia memberi contoh ada negara yang akan mengembangkan mesin cetak digital dengan volume besar.

"Seperti belanda yang mau membuat mensin cetak digital dengan volume cetak yang tinggi. Epson sudah buat mesin cetak digital, kenapa itu tidak ditingkatkan," katanya.

Dalam transformasi teknologi tersebut, Jimmy memperkirakan butuh waktu 10 sampai 20 tahun untuk merubah mesin konvensional ke digital. Namun, Jimmy mengatakan bahwa proses tersebut harus segela dimulai.

"Prediksi 10 smpai 20 tahun untuk mengubah teknologi konvensioal menjadi mensin cetak digital, tetapi harus dimulai segera," ujarnya.

Saat ini kapasitas produksi industri percetakan nasional mencapai 13,6 juta kertas. Dari jumlah tersebut, 60 persen digunakan untuk kebutuhan dalam negeri dan 40 sisanya diekspor.


EditorErlangga Djumena

Close Ads X