NOAH dan Kesempatan Kedua

Kompas.com - 22/06/2014, 18:45 WIB
NOAH KOMPAS.com/IRFAN MAULLANANOAH
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com --  Grup band pop Noah—yang sebelumnya bernama Peterpan—akan meluncurkan album kedua bertajuk Second Chance, September mendatang. Album ini merangkum rekaman ulang 30 lagu lama yang pernah dibawakan Peterpan. Hadir pula tiga lagu baru hasil kolaborasi dengan produsen kondang asal Inggris, Steve Lillywhite.

Dalam kesempatan hearing session yang digelar pekan lalu di Musica Studio's di bilangan Pancoran, Jakarta Selatan, Steve memperdengarkan salah satu lagu hasil kolaborasi. Lagu tersebut berjudul "Hero", yang liriknya digarap Giring dari band Nidji dalam bahasa Inggris. Hasil kolaborasi dengan Steve ini memberikan sentuhan baru dalam warna musik yang selama ini pernah dibawakan band ini sejak masih bernama Peterpan ataupun ketika mengusung nama Noah di album pertama, yaitu Seperti Seharusnya (2012).

Lagu "Hero" menampilkan suara dari vokalis Noah, Nazriel Irham alias Ariel, yang menurut Steve terdengar lebih manly (jantan) dibandingkan warna suaranya yang dikenal publik selama ini.

"Di lagu-lagu yang selama ini dia bawakan, suara dia (Ariel) lebih soft (lembut),” kata Steve.

Soal itu, Ariel mengaku, sebenarnya ketika dahulu sebelum terbentuk Peterpan dan masih kerap menyanyi di beberapa kafe di Bandung, Jawa Barat, dengan membawakan lagu-lagu top 40 berbahasa Inggris, warna suaranya memang cenderung seperti itu.

"Pada saat berbahasa Inggris itu ada keleluasaan yang lebih untuk keluarin teknik vokal seperti itu. Tapi, dengan berbahasa Indonesia agak susah, jadi baru sekarang baru bisa keluar. Jadi, kalau dulu ada yang suka nonton kami pas main di kafe, pas pertama kali lagu 'Mimpi yang Sempurna' keluar, mereka komentar loh kok suaranya gini?" kata Ariel.

Ariel, Uki (gitar), dan David (kibor/piano) secara bergantian menerangkan, keputusan merekam ulang sekitar 30 lagu lama Peterpan didorong keinginan untuk memperbaiki kualitas suara di album-album lama Peterpan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami ingin lagu-lagu yang sudah lama itu dikasih kesempatan lagi untuk terdengar lebih bagus. Mungkin ini keinginan semua musisi ya untuk bisa melakukan ini. Jadi, pas kita tahu, oh masih ada orang yang mau dengar (lagu-lagu lama Peterpan), kami yakin waktunya sekarang (untuk rekaman ulang)," kata Ariel.

Uki juga menimpali, dengan mengeluarkan album berisi rekaman ulang lagu-lagu lama Peterpan dengan kualitas suara yang lebih baik, hal itu setidaknya bisa memupus kerancuan publik nama band apa yang disematkan pada lagu-lagu tersebut.

"Orang kadang masih rancu kan kalau dengar suatu lagu, ini yang nyanyi Peterpan atau Noah," ujar Uki.

Menurut Ariel, Noah tidak akan merekam ulang lagu-lagu Peterpan yang diciptakan personel Peterpan yang tidak lagi bergabung dalam formasi Noah. Proses produksi telah berjalan sejak dua bulan lalu, dan sekitar dua minggu di antaranya bekerja sama dengan Steve untuk tiga lagu baru. Rekaman berlangsung di Musica Studio’s dengan perlengkapan yang telah ada. Rekaman Noah tersebut akan menjadi rekaman terakhir di studio tua itu sebelum gedung dirobohkan untuk pemugaran.

Potensi terbaik
Noah sendiri sebenarnya sudah menabung beberapa lagu untuk album berikutnya, yang salah satu lagunya akan ditampilkan di dalam Second Chance. Dengan demikian, album Second Chance akan menjadi semacam jembatan menuju album Noah yang ketiga.

Dalam menggarap tiga lagu baru itu, Steve mengeluarkan segala potensi terbaik dari setiap personel, kemudian baru dirinya memilih bagian-bagian yang terbaik. Semua personel Noah mengaku puas dengan kerja sama dengan Steve yang pernah berkolaborasi dengan sejumlah musisi dunia, seperti The Rolling Stones, U2, dan The Killers.

Uki dan Ariel menyebut Steve menjalankan kapasitasnya sebagai produser musik yang seutuhnya, yang juga memiliki kemampuan penguasaan teknis yang mumpuni dengan perlengkapan yang telah ada. Steve mengaku dirinya sudah pernah menghasilkan rekaman yang terbaik dari studio terjelek dan rekaman terburuk dari studio yang terbaik.

"Steve memancing kami untuk mengeluarkan yang terbaik sebebas-bebasnya," kata David.

Untuk merekam suara drum, misalnya, Steve memutuskan memosisikan drum di luar bilik studio, yakni di sebuah lorong dengan panjang sedang di gedung studio. Eksekusi ini dalam rangka mencari karakter suara drum yang nuansanya lebih mengena dalam warna musik di tiga lagu baru Noah. (Sarie Febriane)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.