Pengamat: Konversi ke BBG Bagus, tapi Butuh Waktu - Kompas.com

Pengamat: Konversi ke BBG Bagus, tapi Butuh Waktu

Kompas.com - 07/07/2014, 11:19 WIB
KOMPAS/PRIYOMBODO Petugas mengisi bahan bakar gas (BBG) jenis gas alam terkompresi (compresed natural gas/CNG) ke bus Transjakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Rovicky Dwi Putrohari menilai, pasangan calon nomer urut 2, Jokowi-Jusuf Kalla bagus dalam ide implementasi penghematan bahan bakar minyak (BBM) melalui usaha transportasi massal. Menurut dia, sisi transportasi inilah yang selama ini membebani volume bahan bakar minyak.

"Hanya saja transportasi massal itu memerlukan waktu lebih dari 3-4 tahun. Sehingga dampak pada penghematan BBM baru akan terasa setelah transportasi massal ini selesai dibangun," katanya kepada Kompas.com, Minggu (6/7/2014).

Menurut Rovick, langkah untuk menghemat BBM membutuhkan waktu yang lebih singkat jika ada program diversifikasi ke gas dan batubara. "Program tersebut juga lebih singkat dibandingkan usaha menyediakan BBM dengan membangun kilang minyak yang pernah dilontarkan salah satu capres dalam kampanye-kampanye sebelumnya," katanya.

Sebelumnya, cawapres Jusuf Kalla mengatakan, di bidang energi, pemerintahan di bawah komando Jokowi-JK akan melakukan konversi energi berbahan bakar minyak menjadi bahan bakar gas, utamanya untuk transportasi.

"Kita sudah berhasil mengkonversi kompor, sekarang kendaraan. Kita juga akan melakukan perbaikan pada transportasi umum, di samping meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan seperti geothermal, air dan sebagainya," ujar JK. (baca: Jokowi-JK Fokus Cetak 1 Juta Hektar Lahan Sawah dan Konversi BBM )


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorErlangga Djumena
Close Ads X