Awas, Banyak Juga Sepeda Motor Bekas Terendam Banjir

Kompas.com - 27/02/2015, 12:58 WIB
Banjir yang merendam kawasan Penjaringan, Jakarta Utara ikut melumpuhkan aktivitas bisnis setempat, Selasa (9/2/2015). Nampak jalan di depan salah satu SPBU di jalan itu, ikut kebanjiran. Kompas.com / Robertus BellarminusBanjir yang merendam kawasan Penjaringan, Jakarta Utara ikut melumpuhkan aktivitas bisnis setempat, Selasa (9/2/2015). Nampak jalan di depan salah satu SPBU di jalan itu, ikut kebanjiran.
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, KompasOtomotif – Pasca curah hujan tinggi yang melanda sebagian wilayah Indonesia beberapa bulan terakhir memicu maraknya penjualan kendaraan bekas banjir. Tak cuma mobil, sepeda motor bekas tergenang pun kini mulai bertebaran.

KompasOtomotif mendapat pengakuan dari salah satu pedagang sepeda motor bekas di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, bahwa dalam dua bulan terakhir, dirinya kerap ditawari sepeda motor bekas tergenang atau terendam banjir.

”Banyak, puncaknya awal bulan (Februari 2015). Ada aja yang nawarin ke saya, termasuk pedagang sepeda motor bekas di sini (kawasan Jakarta Timur). Biasanya buangan dari (Jakarta) Utara. Kan banyak terendam di sana,” kata Ghozali, (27/2/2015), salah satu pedagang yang menitipkan barang di Safir Motor, Cipinang Besar, Jakarta Timur.

Ditambahkan, kebanyakan orang malas memulihkan kembali sepeda motor yang sudah terendam banjir. Cuma dibersihkan dan diperbaiki alakadarnya, lalu dijual. Tentu saja, pedagang sepeda motor bekas tidak serta-merta mau menampungnya, atau tetap ditampung tapi dengan harga yang rendah.

”Iyalah, kan pedagang harus perbaiki dulu. Lumayan juga, kalau sudah kena mesinnya, kita angkat tangan. Siap-siap rugi. Makanya, daripada risiko, palingan kita teliti dulu,” imbuh Ghozali.

Harga jual sama

Meski didapat dengan harga yang rendah, ternyata harga jual tak serta merta ikutan turun. Bahkan bisa jadi hampir sama dengan sepeda motor yang tidak terkena banjir. Soal ini, pedagang sepeda motor bekas Saudara Motor di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, memastikan bahwa harga tidak akan jauh beda.

”Harga sama aja, kan sudah kita perbaiki, lama pula. Lagian sekarang sepeda motor bekas sepi peminat. Banyak orang menunggu dan mendahulukan kebutuhan yang lebih penting. Turunnya sampai 30 persenan. Sebulan kami menjual tak sampai 40 motor, padahal biasanya bisa lebih dari 50 unit,” keluh Agung Barata atau akrab dipanggil Agung Saudara, salah satu pengelola Saudara Motor.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X