Ini Bisnis Sampingan Grup Djarum di Luar Rokok

Kompas.com - 10/04/2015, 11:32 WIB
Budi Hartono FORBESBudi Hartono
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com -Ibarat air laut yang dalam, riak bisnis Grup Djarum bisa jadi tak terlihat mencolok dibandingkan dengan konglomerasi bisnis lain. Namun, diam-diam grup perusahaan milik Keluarga Hartono tersebut menjalankan sejumlah strategi di luar bisnis utama, yakni bisnis rokok.

Pertimbangannya, bisnis rokok yang sudah mereka geluti selama lebih dari enam dekade sejak 1951, relatif stagnan. "Maksudnya, pasar rokok, kan, ya, seperti itu saja. Tetap tumbuh, tapi cukai selalu naik, sementara aturannya sangat ketat," ujar Victor R. Hartono, Chief Operating Officer PT Djarum, kepada Kontan, Rabu (8/4/2015)

Itu sebabnya, grup usaha ini mendiversifikasikan bisnis lain. "Diversifikasi bisnis yang kami pilih adalah bisnis yang mampu menjadi penyeimbang core bisnis kami," kata Victor, generasi ketiga grup usaha ini.

Paling tidak ada tiga bisnis sampingan yang Grup Djarum seriusi. Pertama, mengembangkan bisnis perkebunan dan hutan tanaman industri (HTI). Melalui PT Hartono Plantation Indonesia, Grup Djarum memiliki kebun sawit yang sudah ditanami, seluas 30.000 hektare (ha) di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Target Djarum, memiliki 50.000 ha kebun sawit.

Potret harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dunia yang meredup tak membikin Grup Djarum jiper. Katalis positifnya adalah tiga konsumen besar CPO dunia yakni China, India dan Indonesia sendiri.

Katalis positif lain, aneka hasil turunan CPO memiliki nilai jual yang menjanjikan. Sebut saja minyak goreng dan bahan kosmetik. Sayang, Victor, enggan mengungkapkan anggaran ekspansi bisnis itu.

Sebagai gambaran saja, sejumlah emiten saham perkebunan kelapa sawit yang menggelar ekspansi penambahan lahan dan penanaman sawit, menyediakan anggaran Rp 60 juta-Rp 65 juta per ha. Anggaran itu untuk membeli lahan serta menanam dan merawat pohon sawit. Anggaran itu berlaku untuk empat tahun sampai tanaman berbuah.  Jika mengacu pada hitungan para emiten itu, untuk menambah 20.000 ha kebun sawit, setidaknya kelompok usaha ini harus menganggarkan Rp 1,8 triliun-Rp 1,95 triliun dalam empat tahun.

Tak cuma sawit, Grup Djarum juga mengembangkan HTI kayu di Kalimantan Timur. Grup perusahaan itu memiliki lahan seluas 20.000 ha yang sudah ditanami. Pengembangan bisnis itu untuk mendukung industri kertas.

Sampingan kedua, mengembangkan e-commerce (perdagangan elektronik). Melalui Blibli.com, Grup Djarum menganggarkan lebih dari 1 juta dollar AS per tahun untuk mengembangkan bisnis ini.

Grup Djarum tak ragu mengucurkan dana besar karena melihat potensi bisnis e-commerce di tanah air. Menurut dia,  e-commerce adalah bisnis masa depan. Nilai transaksi bisnis itu di Indonesia juga masih di bawah 1 persen terhadap total transaksi ritel.

Ketiga, mengembangkan bisnis elektronik melalui Polytron. Grup Djarum berencana fokus memproduksi televisi, kulkas, AC dan telepon seluler (ponsel). Perusahaan itu berambisi memenangkan pasar televisi LCD dan LED yang masih dipegang pabrikan Jepang dan Korea Selatan. Khusus untuk bisnis ponsel, perusahaan itu akan mengeluarkan terobosan anyar.

Asal tahu saja, Grup Djarum juga memiliki bisnis properti dan perhotelan. Proyeknya adalah mal Daan Mogot, WTC Mangga Dua, Grand Indonesia dan perumahan Resinda di Karawang, Jawa Barat.

Grup perusahaan tersebut juga dikenal memiliki portofolio investasi di sejumlah perusahaan lain. Misalnya di Bank BCA dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. "Kami tidak ikut campur bisnisnya, kami percayakan pada profesional," kata Victor. (Anastasia Lilin Y, Barly Haliem)

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Google Anggarkan Rp 12 Triliun Untuk Perangi Virus Corona

Google Anggarkan Rp 12 Triliun Untuk Perangi Virus Corona

Whats New
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kebijakan Impor Bawang Belum Temui Titik Terang

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kebijakan Impor Bawang Belum Temui Titik Terang

Rilis
Lawan Corona, Ralph Lauren Bakal Produksi Masker dan APD

Lawan Corona, Ralph Lauren Bakal Produksi Masker dan APD

Whats New
Masih Bingung Membedakan Investor dan Trader Saham? Simak Ini

Masih Bingung Membedakan Investor dan Trader Saham? Simak Ini

Spend Smart
Mau Dapat Keringanan Cicilan Kredit Bank atau Leasing? Begini Prosedurnya

Mau Dapat Keringanan Cicilan Kredit Bank atau Leasing? Begini Prosedurnya

Work Smart
Per 1 April, AP II Batasi Operasional Terminal 1 dan 2 Bandara  Soetta

Per 1 April, AP II Batasi Operasional Terminal 1 dan 2 Bandara Soetta

Whats New
3 Cara Bikin Deposito Jadi Investasi Masa Depan yang Manis

3 Cara Bikin Deposito Jadi Investasi Masa Depan yang Manis

Spend Smart
[POPULER MONEY SEPEKAN] Pelanggan PLN Diminta Kirim Foto Meteran | Rupiah Terlemah di Asia

[POPULER MONEY SEPEKAN] Pelanggan PLN Diminta Kirim Foto Meteran | Rupiah Terlemah di Asia

Whats New
Cegah Persebaran Corona, Kemenhub Batasi Pengerjaan Proyek Kereta Api

Cegah Persebaran Corona, Kemenhub Batasi Pengerjaan Proyek Kereta Api

Whats New
Physical Distancing, Taspen Bayar Uang Pensiunan Melalui ATM

Physical Distancing, Taspen Bayar Uang Pensiunan Melalui ATM

Whats New
Pandemi Corona, Kementan Pastikan Ketersediaan Pangan Terjaga

Pandemi Corona, Kementan Pastikan Ketersediaan Pangan Terjaga

Whats New
Lawan Corona, Dirut AP I: Saat ini Kami All Out, Masalah Keuntungan Nomor 2

Lawan Corona, Dirut AP I: Saat ini Kami All Out, Masalah Keuntungan Nomor 2

Whats New
Ini Langkah PGN untuk Menanggulangi Penyebaran Virus Corona

Ini Langkah PGN untuk Menanggulangi Penyebaran Virus Corona

Whats New
Kementan Gencarkan Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier

Kementan Gencarkan Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier

Whats New
Alokasikan 1 Juta Dollar AS, Wilmar Juga Ubah Pabriknya untuk Buat Hand Sanitizer

Alokasikan 1 Juta Dollar AS, Wilmar Juga Ubah Pabriknya untuk Buat Hand Sanitizer

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X