5 Masalah Utama Lalu Lintas di Indonesia - Kompas.com

5 Masalah Utama Lalu Lintas di Indonesia

Kompas.com - 10/04/2015, 15:05 WIB
KOMPAS/PRIYOMBODO Pengendara sepeda menembus kemacetan di jalan protokol Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (27/2). Kemacetan serta buruknya transportasi umum di ibu kota membuat sejumlah warga memanfaatkan sepeda sebagai alat transportasi.
Jakarta, Otomania - Kemacetan dan kondisi lalulintas yang semrawut seakan identik dengan budaya di Jakarta dan beberapa kota besar lain di Indonesia. Begitu pula angka kecelakaan yang terjadi. Lantas, sebenarnya apa masalah yang dihadapi kondisi lalu lintas di Indonesia?

Inspektur Jenderal (Pol) Pudji Hartanto, mantan Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia sempat mengatakan beberapa waktu silam, ada lima faktor utama yang menjadi masalah lalu lintas di Indonesia, yang mengakibatkan kecelakaan atau kemacetan di jalan. Kelimanya saling terkait dan butuh penanganan bukan cuma dari kepolisian tetapi semua pihak.

Manusia

Faktor pertama, manusia. Banyak kecelakaan maupun kemacetan di jalan karena faktor kesadaran manusia yang rendah. "Mereka kurang disiplin, tidak taat aturan, sengaja, lalai, atau dalam kondisi tidak prima, lelah, dan sebagainya. Ini bisa berbahaya di jalan," beber Pudji.

Kedua, faktor infrastruktur. Masalah ini berkaitan dengan kesiapan prasarana yang biasanya dikelola negara. Mulai dari struktur, pagar pengaman, permukaan, penerangan jalan, dan minimnya rambu lalu lintas.

Ketiga, faktor kendaraan. Hal ini terkait dengan kualitas keselamatan yang ditawarkan produsen sampai kelalaian konsumen dalam merawat kondisi kendaraannya. "Bisa terjadi ban pecah di jalan, rem blong, atau ada peralatan yang sudah haus, seperti baut dan sebagainya," lanjut Pudji.

Alam

Keempat, faktor alam. Hal ini diluar kemampuan manusia untuk mengaturnya, tetapi masih bisa dimanipulasi lewat desain atau struktur jalan yang ideal. Cuaca buruk, bencana alam, longsor, pohon tumbang, sampai banjir mengisi masalah pada faktor ini.

Terakhir, faktor lain-lain. "Faktor tersebut sekarang ini identik dengan perkembangan teknologi informasi. Mulai dari penggunaan ponsel, tablet, atau apapun ketika sedang berkendara, ini juga sangat berbahaya," tutup Pudji.


EditorAris F. Harvenda

Close Ads X