Industri Otomotif Akui Masih Sulit Capai Local Content 100 Persen

Kompas.com - 07/05/2015, 19:13 WIB
Pabrik Daihatsu di Karawang Zulkifli BJPabrik Daihatsu di Karawang
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah terus berupaya mendorong para pelaku industri untuk meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku/penolong.

Sejumlah insentif fiskal siap disuntikkan ke para pelaku industri jika makin memiliki TKDN tinggi. Namun sayang, sejauh ini masih banyak industri yang bergantung dari barang-barang impor sebagai komponen produksi.

Salah satunya terjadi di industri otomotif. PT Astra Daihatsu Motor (ADM) yang sudah berdiri 37 tahun lalu pun hingga saat ini baru mencapai TKDN 86 persen. Direktur Manufaktur ADM, Pongky Prabowo menuturkan, secara teoritis TKDN di industri otomotif bisa ditingkatkan menjadi 100 persen.

Seperti halnya di Jepang, Eropa, dan China di mana industri otomotif di sana mencapai local content 100 persen.

“Tapi struktur industri mereka cukup. Sehingga (bahan baku) bisa disuplai dari domestik. Di Indonesia struktur industrinya belum memungkinkan,” kata Pongky di Jakarta, Kamis (7/5/2015).

Misalnya saja, Pongky mencontohkan, baut atau mur yang diproduksi di Indonesia saat ini baru bisa digunakan untuk struktur bangunan atau jembatan yang sifatnya statis. Struktur industri yang belum memungkinkan TKDN maksimal diakui Pongky sebetulnya juga membuat industri otomotif serba salah.

Tren industri global yang mengandalkan volume besar untuk bisa menekan produksi, memaksa industri otomotif untuk mencari pasokan bahan baku yang cukup sebagai komponen industri.

“Kita tidak bisa menutup mata (akan hal ini),” imbuh dia.

Sebagai pembanding, Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra menambahkan, Low Cost Green Car (LCGC) merek Ayla yang diproduksi Thailand saja sudah mencapai TKDN 90 persen. Sementara itu, dalam seremoni ‘Peluncuran Produksi 4 Juta Unit ADM’, Menteri Perindustrian Saleh Husin meminta kepada industri otomotif, dan perusahaan perakitan untuk membantu produsen komponen.

“Memberikan akses seluas-luasnya untuk bisa memasok, dan mendorong industri rakitan,” ucap Husin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X