Tujuh Langkah Meraih Kemerdekaan Finansial Halaman 2 - Kompas.com

Tujuh Langkah Meraih Kemerdekaan Finansial

Kompas.com - 03/09/2015, 07:44 WIB
SHUTTERSTOCK Ilustrasi


Tetap konsisten
Apakah Anda ingin mewujudkan kemerdekaan finansial? Agar cita-cita ini bisa dicapai, maka Anda harus disiplin dalam setiap langkah. Secara garis besar ada tujuh langkah yang harus ditempuh dalam meraih kemerdekaan finansial.


1. Identifikasi aset
Langkah ini penting dilakukan untuk mengetahui mana aset yang produktif dan yang kurang produktif. Aset produktif, seperti rumah yang bisa disewakan, tentu bisa menjadi pasive income. Sedang aset yang kurang produktif perlu Anda pikirkan solusinya, agar bisa ditingkatkan menjadi produktif ataukah justru lebih efisien jika dijual. Namun, menurut Eko Endarto, aset ini tidak terlau berpengaruh dibanding utang.


2. Melunasi Utang
Jika Anda memiliki utang konsumtif seperti utang kartu kredit, maka langkah utama sebelum ke langkah selanjutnya adalah melunasi utang terlebih dahulu. Ingat bunga kartu kredit sangat tinggi dan jangan sampai Anda hanya mampu membayar sebatas cicilan minimum. Gunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran dan mampu Anda bayar lunas saat tagihan datang di bulan berikutnya. Jangan sekali-kali Anda berpikir bahwa kartu kredit adalah tambahan dana tunai. Risikonya Anda bisa terjebak dalam jeratan tagihan.

Jika Anda memiliki utang seperti KPR maka disarankan total cicilan tidak lebih dari 30% hingga 40 persen dari penghasilan. “Kalau total cicilan sudah di atas 40% penghasilan, maka bisa dipastikan keuangan tidak nyaman karena belum bisa menyisihkan untuk dana pendidikan anak dan dana pensiun.


3. Antisipasi risiko
Sebelum berinvestasi, harap diingat bahwa seluruh hasil investasi bisa sia-sia jika Anda tidak punya proteksi berupa asuransi baik jiwa maupun kesehatan. Eko Endarto menyarankan untuk mengasuransikan terkait prioritas, utamanya adalah pihak dengan  tanggungjawab keuangan besar, bisa suami atau istri atau keduanya jika sama-sama bekerja.

Nah, jika Anda berhubungan dengan agen asuransi yang memberikan ilustrasi proposal produk asuransi, jangan langsung terpaku pada ilustrasi tersebut. Anda yang lebih tahu kebutuhan proteksi yang Anda perlukan.

Ada tip dari Eko yang bisa juga Anda jadikan pedoman dalam mengukur nilai uang pertanggungan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Uang pertanggungan untuk asuransi jiwa setidaknya sebesar 50 kali pengeluaran bulanan Anda. Uang pertanggungan yang ideal adalah 100 kali pengeluaran bulanan Anda.

Asuransi jiwa dibutuhkan untuk kedua orangtua atau setidaknya yang memiliki tanggung jawab keuangan keluarga. Sedang asuransi kesehatan wajib dimiliki seluruh anggota keluarga. Jika Anda ingin setoran premi yang hemat, pilihlah produk asuransi yang dengan satu setoran premi tetapi sudah mencakup asuransi kesehatan untuk suami-istri dan anak-anak.

Sejak program BPJS Kesehatan diluncurkan pemerintah, hampir sebagian besar perusahaan asuransi mengeluarkan produk baru yang menarik untuk Anda pilih secara cermat.


Page:
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorErlangga Djumena
Sumber

Close Ads X