Gaikindo Lanjutkan Lobi Penurunan PPnBM Sedan - Kompas.com

Gaikindo Lanjutkan Lobi Penurunan PPnBM Sedan

Kompas.com - 27/01/2017, 08:01 WIB
Otomania/Setyo Adi New Honda Accord diperkenalkan pada ajang IIMS 2016

Jakarta, KompasOtomotif – Meski penjualan 2016 menunjukkan tren positif, tapi masih tetap saja ada yang mengganjal, yaitu segmen sedan yang malah melorot. Sementara kelompok low cost green car (LCGC), sport utility vehicle (SUV) dan multi purpose vehicle (MPV) mengalami kenaikan cukup signifikan.

Kambing hitam dari penurunan ini salah satunya terkait Pajak Penjualan atas Barang Mewah ( PPnBM) yang tinggi, terutama untuk sedan mini. Di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2013 pada pasal 2 ayat 4, tertulis bahwa sedan dengan kapasitas silinder sampai 1.500 cc, dikenakan PPnBM 30 persen.

Padahal, jika melihat segmen MPV atau disebut dalam Pasal 2 ayat 2 sebagai kendaraan “bukan sedan”, hanya dikenakan pajak 10 persen, padahal dengan kapasitas silinder yang sama dengan sedan kecil, 1.500cc.

Saat ditanyakan kepada pihak Gaikindo akan kondisi tersebut, Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo mengatakan, kalau mereka secara berkelanjutan terus mem-follow up terkait usulan tersebut. Lebih dari itu, mereka meningkatkan level usulan penurunan PPnBM, dengan mengikutsertakan simulasi dan berbagai data pendukung kepada pemerintah.

“Perlu keberanian dan tidak asal mengusulkan, dan perlu disimulasikan. Kami sudah terus merekomendasikan, mudah-mudahan kali ini formulasinya sebulan, dua bulan ini sudah jadi, dan diajukan,” ujar Kukuh.

“Saat pengajuan nanti, bukan hanya usulan perombakan PPnBM yang ada sekarang, khususnya terkait sedan, tetapi juga termasuk pajak berdasarkan karbon (carbon tax),” ujar Kukuh.

Frost & Sullivan Tren penjualan mobil penumpang 2016 per segmen.


EditorAgung Kurniawan

Close Ads X