Bandara Soekarno-Hatta Bangun "East Cross Taxiway" - Kompas.com

Bandara Soekarno-Hatta Bangun "East Cross Taxiway"

Kompas.com - 10/02/2017, 10:15 WIB
Andri Donnal Putera/Kompas.com Tampak west cross taxiway di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (8/1/2016) siang. Tempat berdirinya patung Soekarno dan Mohammad Hatta di akses masuk bandara via tol nantinya akan dibuat east cross taxiway dengan bentuk yang diperkirakan sama.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura II (Persero) (AP) tengah melangsungkan pembangunan jalur penghubung landasan pacu atau runway utara dan selatan di sisi timur atau east cross taxiway

Pembangunan ini bertujuan untuk  mendukung pergerakan pesawat yang lebih dinamis di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Saat ini, Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga terdapat west cross taxiway yang sudah dipergunakan pesawat untuk melintas dari runway utara ke runway selatan maupun sebaliknya melalui sisi barat.

Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin mengatakan, melalui west cross taxiway ditambah dengan east cross taxiway yang menghubungkan kedua runway, maka pesawat semakin mudah dan cepat untuk mencapai tempat parkir pesawat (apron) di Terminal 1, 2, maupun 3.

"Hal ini tentunya membuat operasional pesawat semakin efisien di samping meningkatkan on time perfomance maskapai sehingga juga berujung pada peningkatan pelayanan kepada penumpang pesawat," ujar Awaluddin dalam keterangan tertulis yang diterima Jakarta, Jumat (10/2/2017). 

Pembangunan east cross taxiway dilakukan dalam tiga tahap. Tahap I pada 2016 – 2017, lalu Tahap II pada 2017 – 2018, dan Tahap III pada 2022 – 2023. Perseroan menargetkan east cross taxiway ini dapat mulai difungsikan pada 2018, sementara Tahap III hanya penambahan jalur.  

Awaluddin pun mengungkapkan, biaya yang dikeluarkan perseroan dalam proyek tersebut yakni Rp 1,15 triliun.

"Pembangunan east cross taxiway ini dapat mendukung peningkatan kapasitas dua runway sehingga dapat mengakomodir pergerakan pesawat dapat menjadi lebih efisien," imbuhnya.  

Saat ini pergerakan pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta adalah 72 pergerakan per jam, yang nantinya akan ditingkatkan menjadi 86 pergerakan per jam pada November 2017.  

Improvement Runway Capacity

Upaya peningkatan kapasitas runway atau improvement runway capacity (IRC) 86  diantaranya dengan menambah satu rapid exit taxiway dan connecting taxiway di runway utara, serta dilakukan perpanjangan taxiway di beberapa titik di sisi selatan.

Awaluddin pun yakin, adanya west cross taxiway ditambah east cross taxiway serta program improvement runway capacity yang berkelanjutan, maka daya saing Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan meningkat terutama dalam hal optimalisasi pergerakan pesawat di darat.

Kompas TV Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Melonjak


EditorAprillia Ika
Close Ads X