Pemerintah Akan Pacu Ekspor Minyak Sawit - Kompas.com

Pemerintah Akan Pacu Ekspor Minyak Sawit

Kompas.com - 28/02/2017, 10:30 WIB
RODERICK ADRIAN MOZES Ilustrasi perkebunan kelapa sawit

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) mendorong peningkatan ekspor nonmigas.

Caranya, para Atase Perdagangan (Atdag), Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), dan perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taiwan digembleng tentang strategi mengembangkan minyak sawit dan rantai pasok globalnya, di Pekanbaru, Riau.

Dengan lokakarya khusus mengenai sawit ini, diharapkan seluruh Perwakilan Perdagangan Indonesia di luar negeri dapat memberikan pemahaman yang komprehensif tentang industri kelapa sawit Indonesia.

Lebih dari itu diharapkan seluruh perwakilan perdagangan dapat menyusun suatu rencana spesifik dalam bentuk kertas kerja untuk mendorong kinerja ekspor sawit Indonesia di wilayah akreditasi masing-masing.

Para Atase Perdagangan dan ITPC dituntut mampu memberikan argumentasi yang faktual atas berbagai kampanye negatif terhadap tentang sawit baik dari aspek lingkungan, kesehatan, kemitraan usaha, skema jaminan berkelanjutan, dan pengembangan investasi industri sawit ditingkat global.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono mengatakan, strategi diplomasi minyak sawit sebagai bagian dari upaya pengembangan ekspor perlu diperkuat karena saat ini permasalahan dan tantangan yang dihadapi sektor sawit nasional sangat kompleks.

"Perwakilan Perdagangan Indonesia di luar negeri dituntut berperan secara proaktif, komunikatif, inovatif, dan promotif dalam menarasikan sawit Indonesia kepada seluruh pemangku kepentingan di wilayahnya,” jelas  Djatmiko melalui keterangan resmi, Senin (27/2/2017).

Acara pembekalan ini dapat diselenggarakan atas kerja sama Kemendag dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit. Narasumber yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan sektor sawit nasional

Menurut Djatmiko, saat ini, Indonesia masih menghadapi isu dampak kesehatan dari produk sawit dan turunannya, konservasi lahan, emisi gas rumah kaca dari kebakaran lahan sawit khususnya gambut, penguatan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), dan berbagai permasalahan lainnya.

"Lokakarya ini diharapkan dapat mendorong pengetahuan para Atdag dan ITPC dalam menjalankan fungsi kerja sama, advokasi, promosi sektor sawit Indonesia di pasar global,” pungkas Djatmiko.

Berdasarkan catatan Kemendag, nilai perdagangan minyak sawit Indonesia cukup besar. Pada 2016, nilai ekspor crude palm oil (CPO) mencapai 16,29 miliar dollar AS.

Indonesia juga merupakan negara eksportir CPO dan turunannya terbesar di dunia dengan pangsa hampir sebesar 50 persen.

Negara tujuan ekspor utama adalah India, China, dan Pakistan dengan pangsa masing-masing sebesar 21,36 persen, 13,47 persen, dan 7,99 persen.

Kompas TV Pemerintah Hentikan Pembukaan Lahan Sawit Baru


EditorAprillia Ika

Close Ads X