Mentan Imbau Produsen Beras Tidak Berlaku Curang

Kompas.com - 21/07/2017, 21:58 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kedua kiri) bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kedua kanan), Ketua Komisi Pengawas Persaiangan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf (kiri) dan Sekjen Kementerian Perdagangan Karyanto (kanan) menunjukkan karung berisi beras yang dipalsukan kandungan karbohidratnya dari berbagai merk saat penggerebekan gudang beras di PT Indo Beras Unggul, di kawasan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/7/2017) malam. Tim Satgas Pangan melakukan penggerebekan gudang dan ditemukan beras yang dipalsukan kandungan karbohidratnya sebanyak 1.162 ton dengan jenis beras IR 64 yang akan dijadikan beras premium yang nantinya akan dijual kembali dengan harga tiga kali lipat di pasaran, sehingga Pemerintah mengalami kerugian hingga Rp 15 triliun. ANTARA FOTO/Risky AndriantoKapolri Jenderal Tito Karnavian (kedua kiri) bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kedua kanan), Ketua Komisi Pengawas Persaiangan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf (kiri) dan Sekjen Kementerian Perdagangan Karyanto (kanan) menunjukkan karung berisi beras yang dipalsukan kandungan karbohidratnya dari berbagai merk saat penggerebekan gudang beras di PT Indo Beras Unggul, di kawasan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/7/2017) malam. Tim Satgas Pangan melakukan penggerebekan gudang dan ditemukan beras yang dipalsukan kandungan karbohidratnya sebanyak 1.162 ton dengan jenis beras IR 64 yang akan dijadikan beras premium yang nantinya akan dijual kembali dengan harga tiga kali lipat di pasaran, sehingga Pemerintah mengalami kerugian hingga Rp 15 triliun.
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengimbau kepada semua pihak untuk tidak mencari keuntungan dengan cara yang salah.

Imbauan ini sekaligus untuk menanggapi penggeledahan sebuah gudang beras PT Indo Beras Unggul (PT IBU), Jalan Rengas kilometer 60 Karangsambung, Kedungwaringan, Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (20/7/2017) petang.

Penggeledahan tersebut menyusul temuan adanya kecurangan dalam memproduksi beras oleh perusahaan tersebut.

"Kami imbau kepada mereka tolong sayangilah ini bangsa, sayangilah rakyat Indonesia. Karena ini mengorbankan dua-duanya, mengorbankan petani, dan mengorbankan konsumennya," kata Amran, di kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta Pusat, Jumat (21/7/2017).

Dia mengatakan, produsen tersebut menjual beras subsidi yang dibungkus dengan merek beras premium. PT IBU, lanjut dia, menjual beras subsidi yang harganya Rp 7.000 menjadi seharga beras premium Rp 20.000.

"Intinya bagaimana membuat petani untung, sehingga sustain (berkelanjutan) dan mereka produktif. Kemudian juga konsumen mendapatkan harga yang layak, penjual untung, tapi jangan untungnya sampai 200 persen, itu enggak boleh," kata Amran.

Polisi sebelumnya menyita 1.100 ton beras siap edar dalam gudang berkapasitas 2.000 ton yang dimiliki PT IBU. Beras subsidi tersebut dilabeli dengan berbagai merk, antara lain Ayam Jago, Maknyuss, Pandan Wangi, dan Rojo Lele.

Dalam penjelasannya ke Bursa Efek Indonesia, manajemen PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk selaku induk perusahaan PT IBU menjelaskan bahwa PT IBU tidak membeli atau menggunakan beras subsidi yang ditujukan untuk program beras sejahtera.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X