Gudang Beras di Bekasi Digerebek, Saham Tiga Pilar Anjlok 24,92 Persen

Kompas.com - 22/07/2017, 13:09 WIB
Polisi menyegel gudang penyimpanan beras yang dipalsukan kandungan karbohidratnya dari berbagai merk di gudang beras PT Indo Beras Unggul, di kawasan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/7/2017) malam. Tim Satgas Pangan melakukan penggerebekan gudang dan ditemukan beras yang dipalsukan kandungan karbohidratnya sebanyak 1.162 ton dengan jenis beras IR 64 yang akan dijadikan beras premium yang nantinya akan dijual kembali dengan harga tiga kali lipat di pasaran, sehingga Pemerintah mengalami kerugian hingga Rp 15 triliun. ANTARA FOTO/Risky AndriantoPolisi menyegel gudang penyimpanan beras yang dipalsukan kandungan karbohidratnya dari berbagai merk di gudang beras PT Indo Beras Unggul, di kawasan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/7/2017) malam. Tim Satgas Pangan melakukan penggerebekan gudang dan ditemukan beras yang dipalsukan kandungan karbohidratnya sebanyak 1.162 ton dengan jenis beras IR 64 yang akan dijadikan beras premium yang nantinya akan dijual kembali dengan harga tiga kali lipat di pasaran, sehingga Pemerintah mengalami kerugian hingga Rp 15 triliun.
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Saham PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk selaku induk usaha dari PT Indo Beras Unggul (IBU) yang digerebek polisi, terjun bebas hingga mendekati 25 persen pada Jumat (21/7/2017).

Dalam perdagangan kemarin, saham emiten berkode AISA itu tepatnya turun 24,92 persen di posisi Rp 1.205 dari perdagangan pada pagi yang masih berada di Rp 1.605 per saham.

(Baca: Geledah Gudang Beras di Bekasi, Polisi Sita 1.100 Ton Beras Oplosan)

Investor banyak melakukan penjualan saham AISA sebagai buntut dari digerebeknya gudang beras PT Indo Beras Unggul (PT IBU), Jalan Rengas kilometer 60 Karangsambung, Kedungwaringan, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/7/2017) petang.

Dalam gudang berkapasitas 2.000 ton itu, polisi menyita 1.100 ton beras siap edar. Beras tersebut dilabeli dengan berbagai merk, antara lain Ayam Jago, Maknyuss, Pandan Wangi, dan Rojo Lele.

Sementara itu mengutip Kontan, Sabtu (22/7/2017), analis First Capital David Nathanael mengatakan sampai saat ini penjelasan dari manajemen Tiga Pilar memang masih abu-abu.

Sepengetahuan David, beras IR64 ini tidak semuanya merupakan beras subsidi. Nah, untuk beras IR64 subsidi dibeli dari pemerintah.

Nah, menurut David, letak kesalahan AISA masih dipertanyakan. Misalnya saja apakah tidak boleh jual beras IR64 yang bukan subsidi dengan harga mahal atau memang AISA membeli secara ilegal beras IR64 yang subsidi?

Kasus yang menghantam AISA akan membuat kinerja perusahaan menjadi pincang. Karena itu, dia menghitung, harga saham AISA bisa turun mencapai Rp 1.000 per lembar saham.

"Salah atau tidaknya AISA, memang lebih aman investor untuk jual dulu saham ini meskipun rugi," kata David.

Sebelum ada kasus ini, David cukup merekomendasikan saham ini. Namun, David tak bisa memprediksi bagaimana setelah kasus ini selesai. Meskipun kinerjanya membaik, mungkin orang masih menaruh ketidakpercayaan pada perusahan ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X