Persoalan Kemiskinan Lebih Penting dari Pemindahan Ibu Kota

Kompas.com - 24/07/2017, 20:36 WIB
Jakarta macet KOMPAS / LASTI KURNIAJakarta macet
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi XI DPR menilai pemindahan ibu kota bukanlah hal yang mendesak saat ini. Ada hal lain yang lebih penting yaitu program pengentasan kemiskinan.

"Kalau kita bicara pemindahan ibu kota, malu kita, apa urgensinya?" ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR Hafidz Thohir, Jakarta, Senin (24/7/2017).

Berdasarkan data teranyar Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 27,7 juta orang pada Maret 2017, bertambah sekitar 6.900 orang dibandingkan jumlah September 2016.

Indeks kemiskinan di Indonesia juga semakin dalam dan semakin parah selama periode September 2016 - Maret 2017.

(Baca: DPR Tolak Anggaran Kajian Pemindahan Ibu Kota Masuk dalam APBN-P 2017)

Indeks kedalaman kemiskinan pada Maret 2017 mencapai 1,83, naik dari September tahun lalu yang hanya 1,74. Sementara itu, indeks keparahan kemiskinan juga mengalami kenaikan dari 0,44 pada September 2016 menjadi 0,48 pada Maret 2017.

Melihat kondisi itu, Menurut Hafidz, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk pemindahan ibu kota.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia juga menuturkan, dalam politik ada siklus-siklus yang perlu diperhatikan pemerintah. Tahun pertama, siklus hiruk pikuk politik pasca Pemilu. Tahun kedua, yaitu tahun perbaikan atau konsolidasi politik. Sementara tahun ketiga, ekonomi harus lepas landas.

"Kalau tahun ini berhasil, kita baru bisa bicara tahun keempat tahun kelima. Itu teori politik. Kalau kita bicara terlalu berat di depan (pemindahan ibu kota), nanti enggak jalan (ekonomi)," kata Hafidz.

Sebelumnya, Komisi XI DPR menolak usulan anggaran kajian pemindahan ibu kota yang diajukan oleh Kementerian Perecanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.