Kompas.com - 25/07/2017, 19:32 WIB
Polisi menyegel gudang penyimpanan beras yang dipalsukan kandungan karbohidratnya dari berbagai merk di gudang beras PT Indo Beras Unggul, di kawasan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/7/2017) malam. Tim Satgas Pangan melakukan penggerebekan gudang dan ditemukan beras yang dipalsukan kandungan karbohidratnya sebanyak 1.162 ton dengan jenis beras IR 64 yang akan dijadikan beras premium yang nantinya akan dijual kembali dengan harga tiga kali lipat di pasaran, sehingga Pemerintah mengalami kerugian hingga Rp 15 triliun. ANTARA FOTO/Risky AndriantoPolisi menyegel gudang penyimpanan beras yang dipalsukan kandungan karbohidratnya dari berbagai merk di gudang beras PT Indo Beras Unggul, di kawasan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/7/2017) malam. Tim Satgas Pangan melakukan penggerebekan gudang dan ditemukan beras yang dipalsukan kandungan karbohidratnya sebanyak 1.162 ton dengan jenis beras IR 64 yang akan dijadikan beras premium yang nantinya akan dijual kembali dengan harga tiga kali lipat di pasaran, sehingga Pemerintah mengalami kerugian hingga Rp 15 triliun.
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Indo Beras Unggul (IBU) membantah melakukan praktik monopoli. Kepolisian sebelumnya mencium dugaan monopoli yang dilakukan PT IBU yakni membeli gabah dari petani dengan harga tinggi. Hal ini ditengarai dapat mematikan produsen beras lainnya.

"Konsumsi beras nasional kita per bulan sekitar 3 juta ton. Pangsa pasar beras PT IBU masih di bawah 1 persen, jadi masih jauh kemungkinan menuju monopoli atau oligopoli," kata Juru Bicara PT IBU Jo Tjong Seng, dalam konferensi pers yang digelar di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Selasa (25/7/2017).

Meskipun potensi pasar PT IBU masih di bawah 1 persen, Jo mengklaim pihaknya sudah berkontribusi bagi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia. 

(Baca: Produsen Beras Merek Maknyuss dan Cap Ayam Jago Bantah Pakai Beras Subsidi)

"Harga (gabah) yang dibayar oleh PT IBU (kepada petani) sudah termasuk insentif bagi petani yang memenuhi parameter mutu PT IBU," kata Jo.

Petani berhak untuk menjual dengan harga pembelian pemerintah (HPP) kepada Bulog atau harga yang lebih tinggi kepada penggilingan manapun. PT IBU, lanjut dia, membayar gabah bersih dari kelompok tani yang diterima di gudang perseroan tersebut.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, PT IBU membeli gabah panen dari petani sebesar Rp 4.900 per kilogram. Hal ini melanggar peraturan karena membeli gabah dari petani lebih mahal daripada harga yang ditetapkan pemerintah.

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 47/M-Dag/Per/7/2017 disebutkan harga acuan pembelian di petani sebesar Rp 3.700 per kilogram untuk gabah panen, dan Rp 4.600 per kilogram untuk gabah kering giling.

Tindakan tersebut, kata Setyo, justru mematikan bisnis penggiling gabah yang semestinya terlibat dalam rantai produksi.

Sebelumnya, gudang beras PT IBU di Jalan Rengas kilometer 60 Karangsambung, Kedungwaringan, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/7/2017) petang, digerebek polisi. Penggerebekan dilakukan terkait dugaan manipulasi kandungan harga beras.

Anak usaha dari PT Tiga Pilar Sejahtera tersebut diduga telah mengubah gabah jenis IR64 yang dibeli seharga Rp 4.900 dari petani dan menjadi beras bermerek. Gabah itu diproduksi menjadi dua merek beras dengan harga jual berbeda, yakni "Maknyuss" seharga Rp 13.700 per kilogram dan "Cap Ayam Jago" seharga Rp 20.400 per kilogram.

Kedua harga itu jauh dari yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 9.000 per kilogram dan berpotensi mematikan pelaku usaha lain. Dalam gudang berkapasitas 2.000 ton itu, polisi menyita 1.100 ton beras siap edar. Beras tersebut dilabeli dengan berbagai merek, antara lain Ayam Jago, Maknyuss, Pandan Wangi, dan Rojo Lele.

Dalam kasus ini, penyidik belum menetapkan tersangka. Sebanyak 17 saksi sudah diperiksa, mulai dari karyawan PT IBU hingga petani yang gabahnya dibeli. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X