Harga Beras Maknyuss dan Cap Ayam Jago Sesuai Mekanisme Pasar

Kompas.com - 25/07/2017, 20:29 WIB
Konferensi pers yang diselenggarakan oleh direksi PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Selasa (25/7/2017). Turut hadir Juru Bicara PT Indo Beras Unggul (anak usaha PT TPS Food) Jo Tjong Seng (kedua dari kanan). Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Konferensi pers yang diselenggarakan oleh direksi PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Selasa (25/7/2017). Turut hadir Juru Bicara PT Indo Beras Unggul (anak usaha PT TPS Food) Jo Tjong Seng (kedua dari kanan).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara PT Indo Beras Unggul (IBU) Jo Tjong Seng menjelaskan soal penjualan beras yang lebih tinggi dari harga eceran tertinggi ( HET) yang ditetapkan oleh pemerintah.

Beras " Maknyuss" dijual dengan harga sekitar Rp 13.000 per kilogram dan beras " Cap Ayam Jago" dijual dengan harga sekitar Rp 20.000 per kilogram. Sedangkan harga acuan penjualan beras yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan pada 18 Juli lalu, sebesar Rp 9.000 per kilogram.

"Kami jelaskan bahwa dalam menentukan strategi harga penjualan, kami juga perhatikan harga pasar yang ada untuk produk beras yang beredar di pasar. Ini mengikuti mekanisme pasar," kata Jo, dalam konferensi pers yang digelar di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Selasa (25/7/2017).

(Baca: Produsen Beras Merek Maknyuss dan Cap Ayam Jago Bantah Pakai Beras Subsidi)

Mekanisme pasar 

Dia menjelaskan, PT IBU yang merupakan produsen beras "Maknyuss" dan "Cap Ayam Jago" menetapkan harga penjualan mengikuti mekanisme pasar.

"Adalah hal yang lumrah bahwa transaksi jual beli adalah satu kesepakatan pembeli dan penjual. Jika konsumen bersedia membayar harga itu, ya urusan selesai," kata Jo.

PT IBU, lanjut dia, melakukan bisnis berdasar prinsip bisnis to bisnis (B to B). Dengan demikian, keputusan harga di tingkat akhir adalah keputusan mitra yang menjual produk mereka.

"Secara prinsip industri, kami dan penggilingan juga mengerti semangat HET Kemendag. Tapi kami juga berharap bahwa para industri dan pelaku yang terlibat dalam tata niaga ada baiknya diberi waktu memberi penjelasan dan diskusi yang memastikan industri bisa berjalan," kata Jo.

Sebelumnya, gudang beras PT IBU di Jalan Rengas kilometer 60 Karangsambung, Kedungwaringan, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/7/2017) petang, digerebek polisi.

Penggerebekan dilakukan terkait dugaan manipulasi kandungan gizi beras. Anak usaha dari PT Tiga Pilar Sejahtera tersebut diduga telah mengubah gabah jenis IR64 yang dibeli seharga Rp 4.900 dari petani menjadi beras premium.

Dalam gudang berkapasitas 2.000 ton itu, polisi menyita 1.100 ton beras siap edar. Beras tersebut dilabeli dengan berbagai merek, antara lain Ayam Jago, Maknyuss, Pandan Wangi, dan Rojo Lele.

Sebanyak 17 saksi sudah diperiksa, mulai dari karyawan PT IBU hingga petani yang gabahnya dibeli. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorMuhammad Fajar Marta
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X