Kompas.com - 25/07/2017, 20:33 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana Bank Indonesia (BI) melalukan redenominasi atau penyederhanaan rupiah sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Namun tutur Menteri Keuangan Sri Mulyani, Presiden meminta adanya pembahasan secara detail terlebih dahulu terkait redenominasi mata uang Garuda tesebut.

"Nanti (pembahasan detail) akan disampaikan di rapat kabinet terbatas," ujar Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Pembahasan detail itu tutur Sri Mulyani akan mencakup berbagai hal mulai dari alasan dibalik redenominasi, tahapan redenominasi, hingga manfaat yang didapatkan masyarakat bila rencana itu direalisasikan.

(Baca: Redenominasi Rupiah, BI Minta Restu Presiden)

Selain itu Sri Mulyani juga menuturkan, Presiden meminta agar redenominasi rupiah mempertimbangkan aspek sosial, politik, dan ekonomi. Pemerintah tidak ingin rencana redenominasi disalahartikan oleh masyarakat.

Oleh karena itu Presiden juga meminta agar rencana redenominasi dijelaskan secara rinci kepada masyarakat. "Jangan sampai ini menjadi persoalan yang tidak produktif bagi ekonomi kita," kata dia.

Saat ditanya terkait proses legislasi di DPR, Sri Mulyani belum bisa memastikan apakah Rancangan Undang-undang (RUU) redenominasi bisa rampung tahun ini atau tidak.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menilai redenominasi rupiah begitu penting. Selama ini saat rupiah dibandingkan dengan dollar AS, nilainya terbilang besar yakni Rp 13.300 per 1 dollar AS.

Sementara itu, di sejumlah negara lain nilainya dollar tidak sebanyak di Indonesia. Malaysia misalnya 1 dollar AS hanya 4 ringgit, Singapura lebih kecil lagi yakni 1,5 dollar Singapura.

Selain itu, BI meyakini redenominasi rupiah mampu membuat persepsi positif bagi Indonesia sebab transaksi akan menjadi lebih efisien. Diharapkan, ekonomi Indonesia bisa lebih dipercaya pasar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.