Kementan: Distribusi Pangan Kerap Terkendala Masalah Konektivitas

Kompas.com - 25/07/2017, 22:21 WIB
Sekretaris Jenderal Kementan Hari Priyono usai upacara peringatan hari Pancasila 1 Juni di lapangan kantor pusat Kementan, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (1/6/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOSekretaris Jenderal Kementan Hari Priyono usai upacara peringatan hari Pancasila 1 Juni di lapangan kantor pusat Kementan, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (1/6/2017).
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertanian (Kementan) Hari Priyono mengatakan, persoalan konektivitas antar pulau dan juga transportasi menentukan ketersediaan pasokan pangan di seluruh Indonesia.

Persoalan-persoalan tersebut sering kali membuat kebutuhan dan pasokan pangan menjadi tidak seimbang sehingga menyebabkan lonjakan harga.

"Kami tahu bahwa antara supply (pasokan) dan demand (kebutuhan) sering enggak nyambung. Kenapa? Bukan masalah tidak ada barangnya, tapi masalah konektivitas," papar Hari di Kantor Pusat Kementan, Ragunan, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

(Baca: Pemerintah Rancang Undang-undang Pengendalian Harga Pangan)

Menurutnya, faktor geografis Indonesia juga menjadi hambatan jika persoalan konektivitas tidak segera dicarikan solusinya.

"Negara kita kan archipelago state, negara kepulauan. Hampir sama dengan Filipina. Jadi kalau terjadi sesuatu, memang masalah konektivitas," jelas Hari.

"Kalau ada panen di Sumatera Utara kemudian ada kebutuhan di Nusa Tenggara Timur, ini masalah konektivitas. Mesti lewat pengkapalan berapa etape. Belum lagi jalan darat, pelabuhan penyeberangan dan sebagainya. Jadi masalah akses distribusi juga dipengaruhi masalah konektivitas, transportasi dan sebagainya," jelasnya.

Karena itu, saat ini Kementan tengah mengoptimalkan penyebaran wilayah produksi yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah agar persoalan pasokan dan kebutuhan pangan bisa dipenuhi secara mandiri dan tidak bergantung pada sentra produksi lain.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Whats New
Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Whats New
Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Whats New
OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

Whats New
Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Whats New
Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Whats New
Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] 'Reading Habit' pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] "Reading Habit" pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

Rilis
Soal Deposito Raib, Bank Mega Syariah: Dana Telah Masuk ke Rekening Perusahaan

Soal Deposito Raib, Bank Mega Syariah: Dana Telah Masuk ke Rekening Perusahaan

Whats New
YDBA Beri Pembinaan untuk Para Perajin Cangkul di Klaten

YDBA Beri Pembinaan untuk Para Perajin Cangkul di Klaten

Whats New
Perusahaan Tidak Bayar THR Lebaran 2021, Begini Cara Melaporkannya

Perusahaan Tidak Bayar THR Lebaran 2021, Begini Cara Melaporkannya

Whats New
Co-CEO Gojek Bakal Jadi Bos Perusahaan Hasil Merger dengan Tokopedia?

Co-CEO Gojek Bakal Jadi Bos Perusahaan Hasil Merger dengan Tokopedia?

Whats New
Posko THR 2021 Diluncurkan, Apa Fungsinya?

Posko THR 2021 Diluncurkan, Apa Fungsinya?

Whats New
Kemenperin Pacu Peran Startup untuk Dukung Transformasi Industri

Kemenperin Pacu Peran Startup untuk Dukung Transformasi Industri

Rilis
IHSG 'Parkir' di Zona Merah, Rupiah Justru Menguat

IHSG "Parkir" di Zona Merah, Rupiah Justru Menguat

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X