Harga Garam Melejit, KKP Diminta Buka Keran Impor

Kompas.com - 26/07/2017, 14:30 WIB
Petani memanen garam di lahan garam konvensional di Desa Bunder, Padewamu, Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (25/7/2017). Harga garam di tingkat petani di Madura tahun ini mencapai Rp 3,3 juta hingga Rp 3,5 juta per ton. ANTARA FOTO/SAIFUL BAHRIPetani memanen garam di lahan garam konvensional di Desa Bunder, Padewamu, Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (25/7/2017). Harga garam di tingkat petani di Madura tahun ini mencapai Rp 3,3 juta hingga Rp 3,5 juta per ton.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

SEMARANG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah Lalu M Syafriadi mengusulkan pihak kementerian untuk membuka keran impor untuk mengatasi kelangkaan garam.

Beberapa daerah di Jateng mengalami kelangkaan garam. Harga garam pun melejit hingga sampai Rp 4.000.

"Kebutuhan garam tinggi karena pembatasan impor. Langkah sementara buka keran impor dulu sambil menata kembali area tambang," kata Lalu di Semarang, Rabu (26/7/2017).

Lalu mengatakan, saat ini harga garam di lapangan telah mencapai Rp 4.000 per kilogram. Namun saat ini semua garam laku tanpa memperhatikan kualitas dari garam tersebut.

Pihaknya pun mendorong agar keran impor garam dibuka untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Keran impor ditutup jika petani sudah mulai kembali berproduksi.

"Kami usulkan ke KKP, minta dibuka dulu memenuhi kebutuhan singkat ini. Dibuka sampai garam berproduksi," tambahnya.

Untuk menyiasati kelangkaan garam, Jateng bakal mendirikan pabrik garam kapasitas besar tahun ini. Pabrik garam bakal dibuka di Kabupaten Pati di 2017 ini. Sementara di tahun 2018, pabrik garam bakal dibangun di Brebes, Demak dan Rembang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Yang di Pati nanti dibangun dulu. Itu menampung produk masyarakat," tambahnya.

Baca tentang


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X