Bareskrim Polri Sudah Tetapkan 574 Tersangka Uang Palsu

Kompas.com - 26/07/2017, 17:02 WIB
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Brigjen (Pol) Agung Setya Imam Effendi, seusai konferensi pers mengenai pemusnahan uang palsu di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (26/7/2017). KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZADirektur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Brigjen (Pol) Agung Setya Imam Effendi, seusai konferensi pers mengenai pemusnahan uang palsu di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (26/7/2017).
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam tiga tahun terakhir, Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan 574 tersangka dalam kasus peredaran uang palsu.  

"Selama 3 tahun terakhir ini, dari pengungkapan 264 kasus, kami sudah tetapkan 574 tersangka," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Agung Setya, dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (26/7/2017).

Dia menjelaskan, jumlah temuan uang palsu semakin menurun tiap tahunnya. Pada tahun 2017, sebanyak 19 orang ditetapkan sebagai tersangka. 

(Baca: BI dan Bareskrim Mabes Polri Musnahkan 189.477 Lembar Uang Palsu)

Ada pula berkas tersangka yang telah dilimpahkan kepada kejaksaan untuk segera disidang. Setelah mendapat laporan dari bank sentral maupun perbankan, kepolisian langsung mengindentifikasi kasus uang palsu tersebut mulai dari pembuat, digunakan di wilayah mana, hingga jaringan pengedar uang palsu.

"Kasus uang palsu sifatnya jaringan sindikat, yang kami tangkap bukan hanya pengedar tapi pembuat dan pemodalnya," kata Agung.

Pada tahun 2015, uang palsu yang ditemukan rasionya sebanyak 21 lembar dari tiap 1 juta lembar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian pada tahun 2016 ditemukan rata-rata 13 lembar uang palsu dalam tiap 1 juta lembar yang diedarkan, dan pada tahun 2017, sebanyak 4 lembar uang palsu ditemukan dalam tiap 1 juta lembar yang beredar.

"Sekarang kami fokus menangani pelaku yang ada di dalam lembaga pemasyarakatan, untuk mencegah mereka melakukan kejahatan serupa," kata Agung.

Tersangka uang palsu dijerat pasal 36 ayat 1, 2 dan 3 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Ancaman hukumannya paling lama 15 tahun kurungan penjara.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X