Banyak Kasus Terungkap, Jumlah Temuan Uang Palsu Menurun

Kompas.com - 26/07/2017, 17:03 WIB
Konferensi pers mengenai pemusnahan uang palsu oleh Bank Indonesia, Rabu (26/7/2017). Dalam foto tersebut, (dari kiri ke kanan) Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Brigjen (Pol) Agung Setya Imam Effendi, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Suhaedi, dan Direktur Tindak Pidana Umum Lainnya Kejaksaan Agung Susilo.  Kompas.com/Kurnia Sari AzizaKonferensi pers mengenai pemusnahan uang palsu oleh Bank Indonesia, Rabu (26/7/2017). Dalam foto tersebut, (dari kiri ke kanan) Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Brigjen (Pol) Agung Setya Imam Effendi, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Suhaedi, dan Direktur Tindak Pidana Umum Lainnya Kejaksaan Agung Susilo.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menyebutkan bahwa jumlah temuan uang kertas palsu dalam setiap Rp 1 juta terus menurun sejak 2015. Hal itu disebabkan keberhasilan polisi mengungkap jaringan peredaran uang palsu.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi mengatakan, pihaknya menemukan 63.449 lembar uang kertas palsu yang beredar dari Januari hingga Juni 2017.  Dari fakta tersebut, dalam setiap Rp 1 juta ditemukan empat lembar uang palsu. 

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, Suhaedi mengatakan, jumlah temuan tersebut turun dibandingkan 2015 dan 2016. 

 

Berdasarkan catatan BI, pada 2015 ditemukan 21 lembar uang palsu dalam setiap Rp 1 juta. Kemudian pada 2016 ditemukan 13 lembar uang palsu dalam setiap Rp 1 juta.

Suhaedi mengingatkan agar masyarakat terus mewaspadai peredaran uang kertas palsu. Menurut dia, metode 3D (dilihat, diraba, dan diterawang) merupakan solusi paling mudah dalam mendeteksi keaslian uang kertas.

"Kalau ada yang meragukan, silahkan laporkan ke aparat kepolisian," kata Suhaedi, Rabu (26/5/2017).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca: BI dan Bareskrim Mabes Polri Musnahkan 189.477 Lembar Uang Palsu)

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) Brigjen Pol Agung Setya mengatakan, penurunan temuan uang palsu di paruh pertama 2017 disebabkan naiknya keberhasilan pengungkapan kasus terkait hal itu.

Menurut dia, Kepolisian tidak hanya mengungkap pengedar uang palsu saja tetapi juga menangani kasus jaringannya, yakni mulai dari pembuat, pengedar, hingga pemodalnya.

"Sekarang kami fokus menangani pelaku yang ada di dalam lembaga pemasyarakatan, untuk mencegah mereka melakukan kejahatan serupa," kata Agung.

Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X