Rencana Penerapan Harga Eceran Tertinggi untuk Beras Batal

Kompas.com - 28/07/2017, 14:04 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita saat berkunjung ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Jumat (28/7/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOMenteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita saat berkunjung ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Jumat (28/7/2017).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan, tidak akan memberlakukan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 47 Tahun 2017 Tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen.

(Baca: Pedagang Beras Tolak Patokan Harga Eceran Tertinggi dari Pemerintah)

Adapun aturan tersebut mengatur harga pembelian beras di level konsumen sebesar Rp 9.000 per kilogram baik beras medium dan premium atau yang dikenal dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Mendag mengatakan, langkah tersebut diambil menyusul terjadinya kekhawatiran di kalangan pelaku usaha beras pasca-kasus yang menimpa PT Indo Beras Unggul (IBU).

Terlebih, saat ini Permendag Nomor 47 Tahun 2017 Tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen masih dalam proses perundangan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

"Permendag itu belum diundangkan, jadi tidak akan berlaku Permendag (Nomor) 47," ujar Mendag Enggartiasto di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Jumat (28/7/2017).

Dengan itu, pihaknya akan melakukan pertemuan bersama dengan seluruh stakeholder perberasan nasional, yang terdiri dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Satgas Pangab, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), pelaku usaha penggilingan padi, distributor, hingga pedagang beras untuk membahas aturan harga beras.

"Jadi tim ini bertugas untuk merumuskan kewenangan sepenuhnya ada pada pemerintah, tapi sebelum keluarkan aturan, kami diskusikan sampai capai kesepakatan," jelas Mendag.

Menurutnya, pembasahan bersama dengan stakeholder perberasan nasional perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan pemerintah dalam membuat aturan.

"Kami terima masukan. Kami akan akomodir semua, sampai ada angka dan keputusan yang kita tempuh," jelas Mendag.

Selain itu, Mendag menegaskan, aturan terkait harga beras akan segera dikeluarkan jika besaran harga beras telah disepakati bersama antara pemerintah dan pelaku usaha.

"Selesainya berapa lama? Secepatnya gula saja tiga hari tiga malam selesai di kantor saya," tegas Mendag.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasokan Sayuran Segar Dalam Negeri Melimpah, Indonesia Siap Ekspor

Pasokan Sayuran Segar Dalam Negeri Melimpah, Indonesia Siap Ekspor

Whats New
Temukan Harga Gula Mahal, Mendag Minta Masyarakat Laporkan Lewat WA

Temukan Harga Gula Mahal, Mendag Minta Masyarakat Laporkan Lewat WA

Whats New
Kekayaan Jack Ma Lenyap Rp 22 Triliun, Mengapa?

Kekayaan Jack Ma Lenyap Rp 22 Triliun, Mengapa?

Work Smart
Hutama Karya: H-7 hingga Hari H Lebaran, 310.000 Kendaraan Lewat Tol Trans Sumatera

Hutama Karya: H-7 hingga Hari H Lebaran, 310.000 Kendaraan Lewat Tol Trans Sumatera

Whats New
Ironi Gula, Eksportir era Hindia Belanda, Jadi Importir Usai Merdeka

Ironi Gula, Eksportir era Hindia Belanda, Jadi Importir Usai Merdeka

Whats New
Harga Gula Bisa di Bawah Rp 10.000 Per Kg Tanpa Impor, asalkan...

Harga Gula Bisa di Bawah Rp 10.000 Per Kg Tanpa Impor, asalkan...

Whats New
Perusahaan-perusahaan Global Ini Bakal Terapkan WFH secara Permanen

Perusahaan-perusahaan Global Ini Bakal Terapkan WFH secara Permanen

Work Smart
Pemerintah Inggris Siapkan Bailout untuk Perusahaan-perusahaan Papan Atas

Pemerintah Inggris Siapkan Bailout untuk Perusahaan-perusahaan Papan Atas

Whats New
Jepang Kembali Gelontorkan Stimulus Rp 13.656 Triliun, Buat Apa Saja?

Jepang Kembali Gelontorkan Stimulus Rp 13.656 Triliun, Buat Apa Saja?

Whats New
Sejak Awal Tahun, Harta Bos Djarum Berkurang Rp 177 Triliun

Sejak Awal Tahun, Harta Bos Djarum Berkurang Rp 177 Triliun

Whats New
Panduan Lengkap Penerapan New Normal yang Wajib Dipatuhi Perusahaan

Panduan Lengkap Penerapan New Normal yang Wajib Dipatuhi Perusahaan

Whats New
Hari Pertama Idul Fitri 2020, Jumlah Penumpang KRL Anjlok 90 Persen

Hari Pertama Idul Fitri 2020, Jumlah Penumpang KRL Anjlok 90 Persen

Whats New
Aturan New Normal: Jarak Antar-karyawan di Kantor Minimal 1 Meter

Aturan New Normal: Jarak Antar-karyawan di Kantor Minimal 1 Meter

Whats New
Kembali dari Mudik, PNS Harus Lampirkan Surat Pernyataan Kampungnya Bebas PSBB

Kembali dari Mudik, PNS Harus Lampirkan Surat Pernyataan Kampungnya Bebas PSBB

Whats New
Kurangi Gagal Panen, Kementan Terus Galakkan Program Asuransi Pertanian

Kurangi Gagal Panen, Kementan Terus Galakkan Program Asuransi Pertanian

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X