Kompas.com - 28/07/2017, 15:03 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Kementerian Agama dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekukan operasional biro perjalanan umrah yang bermasalah.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan sebanyak 22.613 aduan konsumen mengenai biro umrah bermasalah, khususnya kepada PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel.

"YLKI dan korban travel umrah nakal mendesak Kemenag dan OJK agar aktivitas First Travel dan biro umrah lain yang bermasalah dibekukan," kata Tulus, dalam konferensi pers yang digelar di Kantor YLKI, Pancoran Barat, Jakarta Selatan, Jumat (28/7/2017).

Dengan syarat, First Travel dan biro perjalanan lainnya harus tetap menjamin calon jamaah berangkat umrah. Sedangkan calon jamaah yang membatalkan perjalanannya, harus tetap dikembalikan sesuai dengan jumlah uang yang dibayar.

Meski demikian, proses hukum tetap harus ditegakkan. Adapun desakan untuk pembekuan operasional biro umrah bermasalah untuk mencegah semakin banyaknya korban akibat hal tersebut.

"Bahwa kami mendesak Bareskrim Mabes Polri untuk turun tangan dan menindaklanjuti laporan pengaduan pidana ke Polda yang sampai saat ini belum juga ditindaklanjuti," kata Tulus.

Dia menganggap tindakan OJK kurang tegas. Karena hanya membekukan paket umrah promo First Travel saja. Padahal, menurut dia, masalah juga terjadi di paket perjalanan umrah reguler. Dalam menindaklanjuti puluhan ribu aduan, YLKI telah memanggil korban serta biro umrah terkait.

"Pihak First Travel tidak kooperatif, selalu tidak hadir (saat mediasi). Baik pada mediasi Kemenag, OJK, YLKI, dan lain-lain," kata Tulus.

Aduan bukan hanya datang dari calon jamaah First Travel. Namun juga ada dari travel Kafilah Rindu Kabah dan Hannien Tour. Tulus menyebut, pihak Hannien Tour sempat menyalahkan Garuda Indonesia karena dianggap wanprestasi.

Padahal, lanjut dia, Garuda Indonesia membatalkan perjalanan bersama Hannien Tour, karena biro umrah tersebut belum membayar booking seat sampai waktu yang ditentukan.

"Mohon Kemenag dan OJK menertibkan biro umrah tersebut, karena sekarang cara-cara First Travel banyak dicontoh biro umrah lainnya. Masyarakat agar tidak terjebak dan mendaftar ke First Travel atau promo biro umrah lainnya," kata Tulus.

Kompas TV Pasca Pembekuan, Tak Ada Kegiatan di Kantor First Travel

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

November Layani Penerbangan Umrah, Ini Persiapan Bandara Kertajati

November Layani Penerbangan Umrah, Ini Persiapan Bandara Kertajati

Rilis
Berapa Tarif Listrik Per kWh PLN Saat Ini?

Berapa Tarif Listrik Per kWh PLN Saat Ini?

Spend Smart
Lowongan Kerja Pegadaian untuk S1, Ini Persyaratannya

Lowongan Kerja Pegadaian untuk S1, Ini Persyaratannya

Work Smart
Ombudsman Minta DMO Dicabut, Mendag: Kalau Minyak Ngamuk, Emang di Sana Tanggung Jawab?

Ombudsman Minta DMO Dicabut, Mendag: Kalau Minyak Ngamuk, Emang di Sana Tanggung Jawab?

Whats New
[POPULER MONEY] Waktu Tepat untuk Membeli Emas | Mendag Zulhas: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Kenaikan Harga Beras

[POPULER MONEY] Waktu Tepat untuk Membeli Emas | Mendag Zulhas: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Kenaikan Harga Beras

Whats New
Ada Kasus BLT BBM Gagal Dicairkan, Mensos Risma Didesak Lakukan Pembenahan

Ada Kasus BLT BBM Gagal Dicairkan, Mensos Risma Didesak Lakukan Pembenahan

Whats New
Cara Transfer Pulsa Telkomsel, Indosat, XL, Tri, dan Smartfren

Cara Transfer Pulsa Telkomsel, Indosat, XL, Tri, dan Smartfren

Spend Smart
Syarat dan Cara Buka Rekening BRI, BNI, BSI, dan Mandiri Online

Syarat dan Cara Buka Rekening BRI, BNI, BSI, dan Mandiri Online

Whats New
Simak 3 Cara Transfer BCA ke DANA dengan Mudah dan Praktis

Simak 3 Cara Transfer BCA ke DANA dengan Mudah dan Praktis

Spend Smart
Cara Cek Nomor BPJS Ketenagakerjaan dengan Mudah, Cukup Siapkan NIK

Cara Cek Nomor BPJS Ketenagakerjaan dengan Mudah, Cukup Siapkan NIK

Whats New
Badan Pangan Nasional: Pemerataan Distribusi Kunci Menjaga Stabilitas Pangan

Badan Pangan Nasional: Pemerataan Distribusi Kunci Menjaga Stabilitas Pangan

Whats New
Stabilisasi Harga, Badan Pangan Nasional Serap Ayam Hidup Peternak Mandiri Kecil

Stabilisasi Harga, Badan Pangan Nasional Serap Ayam Hidup Peternak Mandiri Kecil

Rilis
Mendag Minta Anggaran Jumbo Rp 100 Triliun ke Jokowi, Buat Apa?

Mendag Minta Anggaran Jumbo Rp 100 Triliun ke Jokowi, Buat Apa?

Whats New
Jaga Harga Beras Stabil, Mendag: Impor Pun Saya Rela

Jaga Harga Beras Stabil, Mendag: Impor Pun Saya Rela

Whats New
Syarat Daftar BPJS Kesehatan Bayi Baru Lahir Sesuai Jenis Kepesertaan

Syarat Daftar BPJS Kesehatan Bayi Baru Lahir Sesuai Jenis Kepesertaan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.