KAI Keluhkan Lambatnya Pemindahan Pabrik di Jalur Kereta Bandara

Kompas.com - 28/07/2017, 19:53 WIB
Bentuk fisik proyek stasiun di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (12/4/2017). Pembangunan stasiun kereta Bandara Soekarno-Hatta sudah rampung sekitar 90 persen dan diperkirakan akan mulai beroperasi dipertengahan tahun 2017. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIBentuk fisik proyek stasiun di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (12/4/2017). Pembangunan stasiun kereta Bandara Soekarno-Hatta sudah rampung sekitar 90 persen dan diperkirakan akan mulai beroperasi dipertengahan tahun 2017.
Penulis Moh. Nadlir
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Dari 13 pabrik yang terkena proyek jalur Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta, saat ini tersisa dua pabrik yang masih dalam proses pembongkaran dan pemindahan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI pun menargetkan masalah lahan untuk pembangunan infrastruktur kereta rel listrik (KRL) Bandara Soekarno-Hatta tuntas akhir Juli ini.

Direktur Keuangan PT KAI, Didiek Hartantyo, mengeluhkan lambatnya proses pembongkaran dan pemindahan pabrik-pabrik tersebut. Imbasnya membuat operasional kereta bandara molor sampai akhir tahun dari target awal September 2017.

"Masalahnya tanah. Ada beberapa lokasi, pabrik-pabrik dalam proses pembongkaran dan pemindahan. Sudah diputus, sudah dibayar, tapi mereka masih butuh waktu," kata Didiek di Jakarta, Jumat (28/7/2017).

Padahal saat ini, satu rangkaian gerbong kereta dari PT Industri Kereta Api (INKA) sudah dikirim ke Jakarta. Sedangkan untuk sisa rangkaian kereta lainnya masih dalam proses perakitan di Madiun, Jawa Timur.

"Mungkin baru akhir tahun akan dioperasikan. Kereta sudah ada dari PT INKA, satu rangkaian kereta sudah dikirimkan. Ada sembilan rangkaian kereta lagi di Madiun, lagi assembling," tutup dia.

Proses perpindahan belasan pabrik yang terkena pembebasan lahan untuk KA bandara sejatinya sudah berlangsung sejak tahun 2016. Tetapi pemilik tempat usaha di lahan yang hendak dibebaskan perlu waktu untuk pindah.

Pihak PT KAI membebaskan lahan untuk keperluan layanan kereta bandara, mulai dari kawasan Batu Ceper sampai ke Bandara Soekarno-Hatta. Area yang telah dibebaskan ini sepanjang 12,1 kilometer dan proses pembayaran atas pembebasan lahan telah rampung.

Tahapan selanjutnya setelah pembebasan lahan adalah uji coba operasional KA bandara. Rencananya, uji coba akan dilangsungkan pada November 2017.

Rute yang telah ditetapkan PT KAI Daerah Operasional 1 Jakarta untuk layanan kereta bandara adalah dari Stasiun Manggarai, Stasiun Sudirman Baru, Stasiun Duri, Stasiun Batu Ceper, dan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta.

Tarif yang akan dipatok untuk layanan kereta bandara masih belum final. Namun, tarif kereta bandara diperkirakan antara Rp 100.000 sampai Rp 150.000 per orang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X