Asumsi Inflasi dan Return Reksa Dana dalam Perencanaan Keuangan (1)

Kompas.com - 31/07/2017, 08:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockIlustrasi
EditorBambang Priyo Jatmiko

Cakupan dalam ilmu perencanaan keuangan amat luas. Mulai dari pengaturan pemasukan dan pengeluaran, dana darurat, asuransi, investasi, pensiun, pajak, hingga warisan.

Dari semua ilmu tersebut, menurut saya, bagian yang paling sulit adalah investasi karena menggunakan asumsi yang belum diketahui kepastiannya pada masa depan.

Dua asumsi yang dibutuhkan adalah asumsi inflasi dan asumsi imbal hasil investasi. Asumsi inflasi dibutuhkan untuk memprediksi berapa nilai kebutuhan pada masa mendatang seperti biaya pensiun dan biaya pendidikan anak, sementara asumsi hasil investasi dibutuhkan untuk menghitung besaran nilai yang yang harus diinvestasikan mulai dari sekarang.

Tingkat inflasi di negara berkembang seperti Indonesia umumnya lebih fluktuatif dibandingkan tingkat inflasi di negara maju. Tingkat inflasi umumnya dipengaruhi oleh harga komoditas, permintaan dan penawaran, serta ketersediaan infrastruktur.

Ketika ekonomi sedang booming dan harga komoditas sedang tinggi, umumnya tingkat inflasi akan lebih tinggi. Sebaliknya ketika ekonomi sedang tumbuh melambat dan harga komoditas lesu, tingkat inflasi juga rendah.

Untuk negara kepulauan seperti Indonesia, faktor ketersediaan infrastruktur yang memadai juga bisa berdampak terhadap inflasi. Ketersediaan pelabuhan, jalan raya, rel kereta, bandara, listrik dan infrastruktur lainnya juga turut mempengaruhi tingkat inflasi.

Pertumbuhan ekonomi dan harga komoditas umumnya lebih sulit untuk diperkirakan karena faktor yang mempengaruhinya sangat banyak baik dari dalam maupun luar negeri dan kadang di luar kendali pelaku usaha dan pemerintah.

Dengan kata lain, tingkat inflasi yang rendah dalam 1-2 tahun terakhir karena harga komoditas yang rendah tidak dapat dijadikan acuan bahwa tingkat inflasi akan terus demikian. Ketika harga komoditas beranjak naik, bisa jadi tingkat inflasi kembali akan meningkat.

Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi amat pesat dan pemerintahan saat ini banyak membangun infrastruktur di berbagai penjuru Indonesia. Ketersediaan infrastruktur dan kemajuan teknologi akan membuat biaya menjadi semakin efisien dan efektif sehingga berpotensi menstabilkan tingkat inflasi pada masa mendatang.

Berdasarkan data, tingkat inflasi Indonesia secara historis adalah sebagai berikut :

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Periset

[KURASI KOMPASIANA] Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Periset

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Jelajah Masjid-masjid yang Memesona di Indonesia

[KURASI KOMPASIANA] Jelajah Masjid-masjid yang Memesona di Indonesia

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Membeli Smartphone yang Sedang Tren? Tidak Masalah, Asal Sesuai dengan Fungsi dan Budget

[KURASI KOMPASIANA] Membeli Smartphone yang Sedang Tren? Tidak Masalah, Asal Sesuai dengan Fungsi dan Budget

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

Rilis
Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Whats New
Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Whats New
Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Whats New
Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Whats New
Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Whats New
Simak Tips Menata Kembali Keuangan Setelah Lebaran

Simak Tips Menata Kembali Keuangan Setelah Lebaran

Spend Smart
Bayar Denda ke Pemerintah China, Alibaba Rugi Rp 12,01 Triliun

Bayar Denda ke Pemerintah China, Alibaba Rugi Rp 12,01 Triliun

Whats New
Rincian Biaya dan Syarat Daftar Sertifikasi Debt Collector

Rincian Biaya dan Syarat Daftar Sertifikasi Debt Collector

Whats New
Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: Silakan Berkarier di Tempat Lain!

Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: Silakan Berkarier di Tempat Lain!

Whats New
Profil Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat Erick Thohir

Profil Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat Erick Thohir

Whats New
Daftar 11 Titik Rapid Test Antigen Gratis di Jalur Darat Jawa Barat

Daftar 11 Titik Rapid Test Antigen Gratis di Jalur Darat Jawa Barat

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X