Kompas.com - 31/07/2017, 09:38 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

SINGAPURA, KOMPAS.com - Harga minyak mentah menguat ke level tertinggi sejak Mei 2017 pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (31/7/2017).

Penguatan didorong pengetatan pasar akibat produksi minyak AS dan ancaman sanksi terhadap Venezuela.

Mengutip Reuters, acuan harga minyak Brent menguat 18 sen atau 0.3 persen ke level 52,70 dollar AS per barrel. Harga sempat menyentuh 52,76 dollar AS per barrel, level tertinggi sejak 25 Mei 2017.

Sementara itu, acuan harga minyak AS West Texas Intermediate menguat 11 sen atau 0,2 persen ke level 49,82 dollar AS per barrel. Peningkatan pada kedua acuan harga terjadi hampir selama enam hari berturut-turut.

Harga minyak sudah menguat hampir 10 persen sejak Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan beberapa negara produsen utama, termasuk Rusia, mengadakan pertemuan beberapa waktu lalu.

Mereka mendiskusikan upaya lanjutan terkait pengetatan pasar minyak.

"WTI berpotensi menyentuh 50 dollar AS per barrel, sementara Brent terdorong ke atas 52 dollar AS per barrel sejalan dengan fundamental terus mengindikasikan pasar minyak mentah yang lebih seimbang," tulis ANZ dalam laporannya.

Setelah meningkat lebih dari 10 persen sejak pertengahan tahun 2016, produksi minyak AS merosot 0,2 persen menjadi 9,41 juta barrel per hari (bph) pada pekan hingga 21 Juli 2017.

Pasokan minyak AS telah turun hampir 10 persen dari puncaknya pada Maret 2017 ke 483,4 juta barrel. Pengeboran untuk produksi baru di AS juga melambat.

Pada Juli 2017, hanya terjadi penambahan 10 rig baru, paling sedikit secara bulanan sejak Mei 2016.

Pasar juga menunjukkan kekhawatiran terkait laporan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan untuk mengenakan sanksi terhadap sektor minyak Venezuela. Ini merupakan respon atas pemilu konstitusional Venezuela.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMN Sucofindo Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Cek Posisi dan Syaratnya

BUMN Sucofindo Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Garap Penataan Trotoar Jakarta, Semen Indonesia Gunakan Produk Beton Ramah Lingkungan

Garap Penataan Trotoar Jakarta, Semen Indonesia Gunakan Produk Beton Ramah Lingkungan

Whats New
Tol BSD Terendam saat Hujan Lebat, Ini Penyebabnya Menurut Kementerian PUPR

Tol BSD Terendam saat Hujan Lebat, Ini Penyebabnya Menurut Kementerian PUPR

Whats New
Gandeng XL Axiata, Akulaku PayLater Kini Tersedia di Aplikasi myXL

Gandeng XL Axiata, Akulaku PayLater Kini Tersedia di Aplikasi myXL

Whats New
Imbas Kenaikan Harga BBM, Iperindo Minta Subsidi Pembiayaan Perkapalan ke Pemerintah

Imbas Kenaikan Harga BBM, Iperindo Minta Subsidi Pembiayaan Perkapalan ke Pemerintah

Whats New
Promo Ulang Tahun, Watsons Gelar Diskon hingga 60 Persen

Promo Ulang Tahun, Watsons Gelar Diskon hingga 60 Persen

Spend Smart
Cara Bayar BPJS Kesehatan Online via myBCA

Cara Bayar BPJS Kesehatan Online via myBCA

Spend Smart
Fintech Xendit Lakukan PHK ke 5 Persen Karyawan di Indonesia dan Filipina

Fintech Xendit Lakukan PHK ke 5 Persen Karyawan di Indonesia dan Filipina

Whats New
APJII Dorong Pemerataan Infrastruktur dan Peningkatan Literasi Digital di Indonesia

APJII Dorong Pemerataan Infrastruktur dan Peningkatan Literasi Digital di Indonesia

Whats New
Menperin Kukuhkan DPP Iperindo Periode 2022-2026, Ini Susunanya

Menperin Kukuhkan DPP Iperindo Periode 2022-2026, Ini Susunanya

Whats New
Rupiah Kembali Menguat, Dollar AS Kini Setara Rp 15.193 per Dollar AS

Rupiah Kembali Menguat, Dollar AS Kini Setara Rp 15.193 per Dollar AS

Whats New
Harga Komoditas Berpotensi Turun di 2023, DJP Otimistis Capai Target Penerimaan Pajak Rp 1.718 Triliun

Harga Komoditas Berpotensi Turun di 2023, DJP Otimistis Capai Target Penerimaan Pajak Rp 1.718 Triliun

Whats New
BKN: Instansi Wajib Validasi Pendataan Tenaga Non-ASN Hasil Tahap Prafinalisasi

BKN: Instansi Wajib Validasi Pendataan Tenaga Non-ASN Hasil Tahap Prafinalisasi

Whats New
Bank Raksasa Credit Suisse Dikabarkan Akan Bangkrut, Nasibnya Bakal Seperti Lehman Brothers?

Bank Raksasa Credit Suisse Dikabarkan Akan Bangkrut, Nasibnya Bakal Seperti Lehman Brothers?

Whats New
Pertamax Turun, Simak Harga BBM Pertamina Terbaru di Semua Provinsi

Pertamax Turun, Simak Harga BBM Pertamina Terbaru di Semua Provinsi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.