Bekraf Terbitkan Buku Panduan Pendirian Usaha

Kompas.com - 31/07/2017, 20:27 WIB
Wakil kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Ricky Pesik diabadikan pada saat jumpa pers Film and Art Celebrations (FILARTC) di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat, Jumat (24/3/2017) Kompas.com/Ira GitaWakil kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Ricky Pesik diabadikan pada saat jumpa pers Film and Art Celebrations (FILARTC) di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat, Jumat (24/3/2017)
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Ekonomi Kreatif ( Bekraf) meluncurkan buku panduan pendirian usaha bagi calon wirausaha yang ingin memulai dan mengembangkan usaha ekonomi kreatif. Hal Ini dalam rangka mendorong geliat usaha ekonomi kreatif di Indonesia.

Buku tersebut terdiri dari sembilan judul. Buku-buku tersebut disusun secara spesifik berdasarkan minat, seperti panduan pendirian usaha kriya batik, fashion muslim, kuliner soto, game digital, dan pengembangan aplikasi digital.

"Bekraf berupaya seoptimal mungkin dalam mendorong pengembangan usaha ekonomi kreatif. Salah satunya dengan mengupayakan penyusunan buku panduan pendirian usaha ekonomi kreatif," kata Wakil Kepala Bekraf Ricky J Pesik dalam pernyataan resmi, Senin (31/7/2017).

(Baca: Inilah Tiga Sektor Ekonomi Kreatif yang Sedang Naik Daun)

Ricky menyatakan, buku panduan dibuat selengkap dan sesederhana mungkin. Mulai dari peluang usaha, permodalan, manajemen produksi dan SDM, keuangan dan pemasaran, hingga legalitas dan Hak Kekayaan Intelektual ( HKI).

Buku-buku panduan itu pun dikemas menjadi sebuah referensi yang mudah dimengerti dan diterapkan oleh siapapun yang ingin memulai dan mengembangkan usaha ekonomi kreatif.

"Pemahaman yang baik terhadap perlindungan HKI dalam pengembangan wirausaha ekonomi kreatif pun tidak kalah penting," tuturnya.

Perlindungan HKI merupakan hal yang sangat penting dalam pengembangan wirausaha ekonomi kreatif. Oleh karena itu, sebelum memulai dan mengembangkan usaha ekonomi kreatif, para pelaku ekonomi kreatif perlu meningkatkan pemahaman terlebih dahulu terhadap HKI ini.

Pasalnya, pada hakikatnya HKI-lah yang membedakan ekonomi kreatif dengan ekonomi komoditas. Ricky menyatakan, munculnya pelaku wirausaha baru dapat memberikan energi bagi pertumbuhan ekonomi, mulai dari terbukanya akses lapangan kerja baru, meningkatnya daya saing pasar dan tentunya memberi kesempatan bagi produk lokal untuk tumbuh.

Untuk itu, akses terhadap informasi menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan tumbuhnya usaha-usaha baru tersebut. Diperlukan sebuah sinergi dari berbagai pihak untuk membentuk ekosistem yang mampu mendorong para calon wirausaha untuk memulai usaha mereka.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X