Holding BUMN Jasa Survei Ditargetkan Terbentuk pada 2018

Kompas.com - 01/08/2017, 20:57 WIB
Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero), M. Arif Zainuddin Saat Ditemui di Jakarta, Selasa (1/8/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIRDirektur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero), M. Arif Zainuddin Saat Ditemui di Jakarta, Selasa (1/8/2017).
Penulis Moh. Nadlir
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian BUMN berencana membentuk holding BUMN di bidang jasa survei, inspeksi, dan sertifikasi pada 2018.

" Holding jasa survei, PTSI akan bergabung dengan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dan Sucofindo. Kemungkinan tahun depan," kata Direktur Utama Surveyor Indonesia M Arif Zainudidin di Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Tujuan pembentukan holding itu tak lain adalah untuk meningkatkan peran BUMN survei dan sertifikasi di Indonesia. Karena menurutnya, banyak pemain asing yang bergerak disektor sertifikasi di Indonesia, sehingga membuat pembentukan Holding Sertifikasi sangatlah penting bagi kelanjutan perusahaan sertifikasi pelat merah.

"Di sektor ini pemain asingnya banyak sekali, dengan terbentuknya holding diharapkan kita bisa kembali merebut pasar," kata Arif.

Arif menyebut, sampai saat ini pangsa pasar BUMN jasa inspeksi, pengujian dan sertifikasi di domestik baru mencapai 34 sampai 35 persen saja. Sedangkan sisanya masih dikuasai oleh pihak asing dan juga perusahaan swasta.

"Setelah holding, kita harapkan bisa mengambil pangsa pasar lebih besar dari asing maupun swasta," tutup Arif.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X