Menhub: Serikat Pekerja JICT Jangan Terlalu Menuntut

Kompas.com - 03/08/2017, 19:06 WIB
Para pekerja PT JICT melakukan aksi mogok kerja di lobi kantor PT JICT, Jalan Pelabuhan Raya, Tanjung Priok, Na Dokumentasi Serikat Pekerja JICTPara pekerja PT JICT melakukan aksi mogok kerja di lobi kantor PT JICT, Jalan Pelabuhan Raya, Tanjung Priok, Na
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta agar serikat pekerja Jakarta Internasional Container Terminal (JICT) tidak terlalu berlebih dalam menuntut.

Menurut dia, serikat pekerja JICT harus melihat kondisi perusahaan terlebih dahulu sebelum melakukan penuntutan.

"Saya harapkan, kalau menuntut jangan berlebih. Harus pada porsinya dan ?sesuai dengan kekuatan perusahaan," ujar Budi Karya saat menghadiri FGD Keselamtan Transportasi Publik di Hotel JS Luwansa Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Mantan Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) ini menuturkan seharusnya serikat pekerja JICT melakukan perundingan terlebih dahulu terkait dengan bonus yang tidak belum dibayarkan. 

"Saya prihatin. Saya minta kepada serikat kerja  untuk membicarakan kepada pemberi kerja dalam hal ini JICT. Kalau itu tidak memenuhi unsur, mestinya serikat kerja jangan demo," pungkas dia.

Aktivitas PT Jakarta International Container Terminal ( JICT) lumpuh total akibat aksi mogok yang dilakukan pekerjanya sejak Kamis (3/8/2017) pukul 07.00 WIB.

Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja JICT M Firmansyah mengatakan, aksi mogok kerja itu dilakukan oleh 95 persen karyawan JICT.

Aksi mogok kerja itu merespon perpanjangan kontrak JICT yang dianggap melanggar peraturan. Selain itu, serikat pekerja juga menuntut pembayaran bonus karyawan sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.