Muhammad Fajar Marta

Wartawan, Editor, Kolumnis 

Konsistensi Menteri Susi Memberantas "Illegal Fishing"

Kompas.com - 07/08/2017, 06:27 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorMuhammad Fajar Marta

Meskipun masih saja ada pencurian ikan di Indonesia, namun kondisi saat ini sudah jauh lebih baik dari beberapa tahun lalu.

Sebelum KKP dipimpin Menteri Susi, ribuan kapal illegal fishing dengan nyaman mencuri jutaan ton ikan per tahun dari perairan Indonesia.

Perairan Natuna menjadi salah satu favorit illegal fishing dan destructive fishing. sebab, ikan-ikan bernilai tinggi seperti kakap, kerapu, napoleon berlimpah ruah di Perairan Natuna.

Selama puluhan tahun, kapal-kapal ikan dari Thailand, China, Vietnam berpesta-pora menangkap ikan di perairan Natuna.

Dampaknya, nelayan-nelayan tradisional terpinggirkan. Negara juga dirugikan triliunan rupiah dari hilangnya potensi pajak.

Begitu diangkat menjadi menteri, Susi pun menghentikan semua pesta-pora illegal fishing di perairan Indonesia.

Dengan keberanian, ketegasan, dan nasionalismenya yang kuat, Susi yang didukung penuh Presiden Jokowi, membasmi illegal fishing.

Ribuan kapal illegal fishing pun hilang dari perairan Natuna. Nelayan lokal pun senang karena kini mereka bisa mendapatkan ikan dengan mudah.

Namun, pemberantasan illegal fishing bukanlah pekerjaan sekali waktu. Butuh konsistensi dan komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga laut Indonesia dari pencurian.

Menteri Susi dan KKP jelas tak bisa sendirian melawan illegal fishing secara terus menerus. Pemerintah harus kompak dan satu suara dalam memberantas illegal fishing.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.