Ekspor Dilarang PBB, Korea Utara Bisa Rugi Miliaran Dollar AS

Kompas.com - 07/08/2017, 11:12 WIB
Para pelajar di Pyongyang, Korea Utara berjalan menembus hujan untuk memberikan penghormatan kepada kepada pemimpian Korut Kim Il-Sung dan Kim Jong-Il di luar Istana Kumsusan. Ritual ini mereka lakukan dalam rangka memperingati Hari Kemenangan  yang jatuh setiap tanggal 27 Juli.  AFP/ED JONESPara pelajar di Pyongyang, Korea Utara berjalan menembus hujan untuk memberikan penghormatan kepada kepada pemimpian Korut Kim Il-Sung dan Kim Jong-Il di luar Istana Kumsusan. Ritual ini mereka lakukan dalam rangka memperingati Hari Kemenangan yang jatuh setiap tanggal 27 Juli.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

WASHINGTON, KOMPAS.com - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa ( PBB) mengenakan sanksi baru terhadap Korea Utara pada akhir pekan lalu. Sanksi ini bisa memangkas pendapatan ekspor tahunan Korut sebesar 3 miliar dollar AS.

Mengutip Reuters, Senin (7/8/2017), sanksi tersebut diberlakukan lantaran Korut meluncurkan dua uji misil balistik interkontinental pada Juli 2017 lalu.

Resolusi DK PBB yang disusun AS melarang ekspor Korut antara lain batu bara, baja, bijih besi, timah, bijih timah, dan sea food. Resolusi tersebut juga melarang negara-negara untuk meningkatkan jumlah pekerja Korut yang bekerja di luar negeri.

Selain itu, dilarang pula melakukan usaha patungan dan investasi usaha patungan baru dengan Korut.

"Kita tidak boleh membodohi diri sendiri dengan berpikir kita sudah menyelesaikan masalah. Masih jauh dari itu. Ancaman Korut belum meninggalkan kita, dan terus berbahaya," jelas Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley.

Ia menuturkan, tindakan lanjutan perlu dilakukan. AS, kata Haley, tengah dan terus mengambil tindakan defensif untuk melindungi diri sendiri dan sekutu-sekutunya. Selain itu, AS dan Korea Selatan akan melanjutkan latihan militer lanjutan.

Sebelumnya, Korut menuding AS dan Korsel menambah ketegangan dengan melakukan latihan militer gabungan. Dalam unggahan di akun Twitter pribadinya, Presiden Donald Trump bersukacita atas voting DK PBB terkait penjatuhan sanksi kepada Korut.

"DK PBB baru saja voting 15-0 terhadap sanksi untuk Korut. China dan Rusia memiliki suara yang sama dengan kita. Dampak finansial yang sangat besar!" ungkap Trump.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X