Produksi Garam Belum Maksimal Sebab Pengolahan Masih Tradisional

Kompas.com - 07/08/2017, 14:37 WIB
Seorang petani garam membuat tabung penampung air garam di Desa Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Selasa (2/8/2017) Kompas.com/MasriadiSeorang petani garam membuat tabung penampung air garam di Desa Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Selasa (2/8/2017)
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanto Siregar mengatakan, secara umum industri pergaraman nasional belum terlihat maju karena petani garam di Indonesia masih bersifat tradisional dalam proses produksinya.

Menurut Hermanto, potensi garam di Indonesia sangat besar dengan melihat garis pantai Indonesia yang terpanjang kedua di dunia. Namun dengan pengolahan tradisional, panjangnya garis pantai tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal.

"Potensi luar biasa, kondisi alam dan juga sinar matahari juga, tetapi tidak optimal memanfaatkan potensi itu," ujar Hermanto kepada Kompas.com, Senin (7/8/2017).

Hermanto menilai, saat ini pelaku usaha pergaraman di sektor swasta juga belum menggarap industri garam dengan maksimal. Sehingga dampaknya, Indonesia masih harus importasi garam dari negara lain.

(Baca: Impor Garam, Tonggak Pemerintah Benahi Tata Niaga Garam)

Sebab lain, Hermanto mengatakan bahwa program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar) yang dicanangkan pemerintah juga belum berjalan efektif.

"Kalau program Pugar itu efektif mestinya gambarannya tidak perlu impor garam, kalau program itu efektif mestinya secara rata-rata produksi kita atau produksi petani garam baik, kenyataannya kan tidak," jelasnya.

Dengan fakta-fakta itu, pemerintah diharapkan agar lebih serius dan fokus dalam membangun industri garam nasional maupun membina petani garam rakyat dengan baik dan terstruktur.

"Program itu penting, tetapi harus lebih serius lagi merancang maupun menerapkannya," tegas Hermanto.

Persoalan Iklim Vs Teknologi

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.