Kompas.com - 07/08/2017, 18:00 WIB
|
EditorAprillia Ika

SEMARANG, KOMPAS.com - PT Nyonya Meneer diputuskan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang, pada Kamis (4/8/2017) lalu. Sebelum diputus pailit, produk jamu ternyata sudah sepi di tingkat depot-depot jamu legendaris tersebut.

Salah satu depot jamu berada di jalan Abdurrahman Saleh Nomor 82 Semarang. Depot jamu bernama Kurnia itu mulai gulung tikar lantaran suplai jamu yang berhenti. Depot tersebut terakhir mendapat stok produk sebelum Lebaran tahun ini.

"Sales terkahir datang sebelum Lebaran, itu stok terakhir yang datang," ujar Siti, pegawai depot Depot Kurnia itu, Senin (7/8/2017).

Pihaknya pun berjualan dari stok lama. Hingga saat ini, produk jamu dari Nyonya Meneer belum dikirim ke depotnya lagi. (Baca: Tak Mampu Bayar Utang, Pabrik Jamu Nyonya Meneer Dinyatakan Pailit)

Menurut Siti, para pelanggan yang datang banyak yang kecewa lantaran produk jamu sudah mulai habis. "Ini menghabiskan produk sisa yang dikirim sebelum lebaran," tambahnya.

Selain menjual dalam bentuk kemasan, depot jamu itu juga melayani pelanggan dengan imin meminum langsung racikan racikan jamu tersebut.

Beragam produk jamu digrandungi pelanggan. Jamu pegel linu, awet ayu, pria sehat serta jamu khusus untuk ibu sehabis melahirkan menjadi produk yang digemari. Namun produk itu kini semakin langka.

"Pernah saya cek ke salesnya barangnya sudah tidak ada. Pelanggannya masih banyak, sayang sekali kalau pabriknya bangkrut," paparnya.

Pabrik jamu dipailitkan lantaran tak sanggup membayar utang kepada para kreditornya. Aset Nyonya Meneer lalu dibekukan untuk dilelang. Hasil lelang nantinya untuk membayar hutang para kreditur.

Wismonoto, anggota majelis hakim Pengadilan Niaga Semarang yang menyidangkan perkara ini mengatakan, setelah diputus pailit, selanjutnya pengelolaan perusahaan diserahkan kepada tim pengurus dan kurator untuk proses tahapan selanjutnya.

“Kalau dinyatakan pailit, semua aset Nyonya Meneer harus dikelola oleh semacam kurator. Nanti kreditur mana yang diutangi, diambil alih oleh kurator lalu dilelang, hasil lelang berupa uang dibayarkan ke kreditur sesuai porsinya,” kata Wismonoto, Jumat (4/8/2017).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.