Indofood: Barter CPO dengan Nigeria Merupakan Strategi Dagang

Kompas.com - 09/08/2017, 15:30 WIB
Paparan Publik PT Indofood Sukses Makmur, dan PT Indofood CPB Sukses Makmur di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/8/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOPaparan Publik PT Indofood Sukses Makmur, dan PT Indofood CPB Sukses Makmur di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/8/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur PT Indofood Sukses Makmur, Franciscus Welirang menilai, adanya rencana pemerintah menawarkan imbal dagang atau barter minyak kelapa sawit (CPO) kepada Nigeria merupakan strategi pemerintah dalam perdagangan internasional.

"Itu bermacam-macam kebijakan pemerintah, istilahnya teknik komersial kalau mau barter," ujar Franciscus Welirang di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Menurutnya, barter atau imbal dagang merupakan proses awal untuk meningkatkan perdagangan antar negara, kemudian dilanjutkan dengan kerja sama bidang perdagangan.

"Karena semua perdagangan juga awalnya barter, sehabis barter itu ada mekanisme selanjutnya yaitu uang," papar Franciscus Welirang. 

(Baca: Demi Indomie, RI Siap Barter CPO dengan Minyak Nigeria )

Sementara itu, dirinya tak menjelaskan lebih lanjut apakah pabrik Indomie di Nigeria membutuhkan pasokan CPO dari luar Nigeria untuk bahan baku Indomie.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto menawarkan imbal dagang atau barter minyak kelapa sawit kepada Nigeria.

CPO dibutuhkan Nigeria lantaran menjadi salah satu bahan baku utama produk mie instan yakni Indomie yang diproduksi di Nigeria.

Di negara tersebut Indomie diproduksi oleh De-United Foods Industries Ltd, anak perusahaan Dufil Group, hasil joint venture Tolaram Group dari Singapura dengan Group Salim dari Indonesia. 

Namun, saat ini produk asal Indonesia itu masih membutuhkan asupan bahan baku CPO dari luar Nigeria. Dengan itu, pemerintah melihat celah imbal dagang CPO dengan Nigeria.

Sedangkan produk asal Nigeria yang diinginkan Indonesia yaitu minyak mentah. Sebab, Pertamina sudah memiliki rencana impor minyak mentah dari Nigeria.

Namun demikian, usulan barter CPO dengan minyak itu. Namun realisasi perdagangan itu masih harus menunggu restu dari Economic Community of Western African States (ECOWAS). 

(Baca: Gapki: Imbal Barter Sukhoi Rusia Berikan Kepastian Pembelian CPO)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X