Kuartal II 2017, Defisit Transaksi Berjalan Membesar

Kompas.com - 12/08/2017, 16:00 WIB
Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan, defisit transaksi berjalan tercatat lebih besar pada kuartal II 2017. Hal ini seiring menurunnya surplus neraca perdagangan nonmigas disertai meningkatnya defisit neraca jasa dan pendapatan primer.

Defisit transaksi berjalan pada kuartal II 2017 mencapai 5 miliar dollar AS atau 1,96 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka ini meningkat dari 2,4 miliar dollar AS atau 0,98 persen dari PDB pada kuartal I 2017.

"Namun masih lebih rendah jika dibandingkan dengan defisit pada kuartal II 2016 sebesar 5,2 miliar dollar AS atau 2,25 persen dari PDB," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman dalam pernyataan resmi, Sabtu (12/8/2017).

Penurunan surplus neraca perdagangan nonmigas disebabkan turunnya ekspor nonmigas di tengah tingginya impor nonmigas, baik bahan baku dan barang konsumsi, untuk memenuhi permintaan domestik selama bulan puasa dan lebaran.

(Baca: Data Defisit Neraca Ekonomi akan Pengaruhi Pergerakan IHSG)

Sementara itu, meningkatnya defisit neraca jasa bersumber dari turunnya surplus jasa travel dan naiknya defisit neraca pendapatan primer karena meningkatnya pembayaran dividen sesuai dengan pola musimannya.

"Peningkatan defisit transaksi berjalan lebih lanjut tertahan oleh menurunnya defisit neraca perdagangan barang migas sejalan dengan turunnya harga dan volume impor minyak," ujar Agusman.

Adapun Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II 2017 mencatat surplus sebesar 0,7 miliar dollar AS ditopang surplus transaksi modal dan finansial yang lebih besar dari defisit transaksi berjalan.

Surplus NPI tersebut mendorong peningkatan posisi cadangan devisa dari 121,8 miliar dollar AS pada akhir kuartal I 2017 menjadi 123,1 miliar dollar AS pada akhir kuartal II 2017.

Surplus transaksi modal dan finansial didukung oleh kuatnya kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia seiring pencapaian investment grade.

Kompas TV Angka ini meningkat hingga dua kali lipat dari defisit di triwulan pertama tahun ini.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X