BPJS Ketenagakerjaan Beri Beasiswa untuk Anak TKI yang Meninggal

Kompas.com - 14/08/2017, 06:24 WIB
Ilustrasi TKI KOMPAS.comIlustrasi TKI
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Erni Puwanti, meninggal dunia di kantor Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS), PT Bina Adidaya Mandiri Internasional, Tangerang, Rabu (7/8/2017).

BPJS Ketenagakerjaan memastikan akan memberikan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) meski Erni Puwanti baru terdaftar sebagai peserta program perlindungan TKI pada tanggal 3 Agustus 2017.

"Kami akan memastikan ahli waris segera mendapatkan haknya," ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto dalam keterangan pers, Jakarta, Minggu (13/8/2017).

Agus menuturkan, sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 07 Tahun 2017, ahli waris TKI akan mendapatkan santunan sebesar Rp 85 juta dan beasiswa untuk satu orang anaknya hingga lulus sarjana.

Program perlindungan jaminan sosial kepada TKI baru diluncurkan pada tanggal 01 Agustus 2017 lalu. Namun, dalam waktu 11 hari sejak diluncurkan, kepesertaan program itu sudah mencapai 20.000 orang.

Perlindungan bagi TKI ini meliputi tiga program yaitu JKK dan Jaminan Kematian (JKm) yang bersifat wajib, serta Jaminan Hari Tua (JHT) yang bersifat sukarela.

Perlindungan ini terdiri dari tiga tahapan perlindungan yaitu pra penempatan selama 5 bulan, saat penempatan selama 25 bulan dan pasca penempatan selama 1 bulan.

Dengan aturan itu, musibah yang terjadi kepada calon TKI Erni Puwanti masuk ke dalam kategori perlindungan atas kecelakaan kerja pra penempatan.

Agus berharap, agar semua TKI segera menjadi anggota program BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini penting untuk melindungi pahlawan devisa Indonesia tersebut.

"Dengan perlindungan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan, para TKI dapat bekerja dengan tenang karena dilindungi selama pelatihan di Indonesia dan saat diluar negeri, bahkan ketika kembali ke Indonesia," kata Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.