KILAS EKONOMI

Penyelundupan Burung Cendrawasih Digagalkan di Bandara Kualanamu

Kompas.com - 14/08/2017, 06:49 WIB
|
EditorKurniasih Budi

KOMPAS.com - Petugas karantina pertanian Medan menggagalkan penyelundupan empat ekor Burung Cendrawasih dari Surabaya pada Kamis (10/8/2017) lalu di kargo Bandara Kualanamu.

Semua hewan dilindungi ini ditemukan petugas dikirim tanpa dilengkapi dengan dokumen yang disyaratkan karantina, sebagaimana rilis yang diterima Kompas.com pada Minggu (13/8/2017).

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan, Hafni Zahra, mengatakan penyelundupan digagalkan karena adanya pemeriksaan rutin petugas karantina di areal kargo bandara.

Pada Kamis (10/8/2017), sekira pukul 11.00, petugas karantina hewan BKP Medan, Faktu Rahman, memeriksa barang kargo pesawat Lion Air JT 979 dari Surabaya tujuan Medan di lini 1 terminal Cargo Bandara Internasional Kualanamu.

Saat itu, petugas mencurigai kiriman sebanyak satu kotak. Petugas karantina kemudian memeriksa lebih teliti dan ditemukan ada burung yang disimpan dalam ruang dengan disekat yang amat rapat.

Kiriman tersebut kemudian diamankan oleh petugas karantina karena burung tidak dilengkapi sertifikat karantina. Pada kotak hanya dijumpai tulisan nama pengirim Arick Surabaya dan penerima Awaludin Medan.

Kejadian itu dilaporkan kepada kepala seksi karantina hewan, Drh. Betha Sihaloho yang menjadi penanggung jawab piket saat itu. Setelah menunggu hingga malam hari, pemilik/ penerima tidak kunjung datang.

Sekira pukul 21.00, petugas karantina yang dipimpin Drh. Wagimin dibantu (aviation security) AVSEC dan pihak maskapai bersama-sama membuka kiriman tersebut. Ternyata isinya adalah empat ekor Burung Cendrawasih.

Hafni akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait temuan itu. Burung Cendrawasih dibawa ke kantor karantina setelah sebelumnya dilakukan proses pengeluaran barang oleh pihak AVSEC yang disaksikan oleh petugas maskapai kepada petugas karntina untuk dilakukan tindakan karantina.

 Empat ekor Burung Cendrawasih disita petugas Balai Karantina Pertanian di Bandara Kualanamu Sumatera Utara, Kamis (10/8/2017). Empat ekor Burung Cendrawasih disita petugas Balai Karantina Pertanian di Bandara Kualanamu Sumatera Utara, Kamis (10/8/2017).

Burung dilindungi ini juga diperlakukan dengan sangat tidak baik karena dimasukan dalam satu kotak bersekat, dengan ukuran yang tidak sesuai dan layak untuk transportasi hewan hidup.

Burung Cendrawasih Kuning Besar (Paradise Apoda), dijuluki burung surga, Bird of Paradise yang merupakan hewan dilindungi dan terancam punah termasuk dalam appendix II CITES.

Cendrawasih sudah dimasukkan dalam daftar merah (red list) IUCN yang bertujuan untuk menetapkan standar daftar spesies dan upaya penilaian konservasinya. Saat ini, keberadaan burung kebanggaan Papua ini terancam punah di alamnya.

Badan Karantina Pertanian mengajak masyarakat untuk terus bersama melindungi keanekaragaman hayati Indonesia dari kepunahan, dengan tidak memperjualbelikan satwa dan melaporkan kepada petugas karantina untuk memastikan hewan dan tanaman yang dibawa melalui bandara/pelabuhan sehat dan layak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minta Konsesi Kereta Cepat Jadi 80 Tahun, Ini Alasan KCIC

Minta Konsesi Kereta Cepat Jadi 80 Tahun, Ini Alasan KCIC

Whats New
Galon PET Dinilai Punya Nilai Jual Lebih Tinggi Dibanding Galon Isi Ulang

Galon PET Dinilai Punya Nilai Jual Lebih Tinggi Dibanding Galon Isi Ulang

Rilis
Modus Penipuan Soceng Makin Marak, BRI: Tanggung Jawab Semua Pihak

Modus Penipuan Soceng Makin Marak, BRI: Tanggung Jawab Semua Pihak

Whats New
Indomaret Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Semua Jurusan, Ini Kualifikasinya

Indomaret Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Semua Jurusan, Ini Kualifikasinya

Work Smart
Pemerintah dan Komisi XI DPR Setujui RUU PPSK, Ini Poin Pentingnya

Pemerintah dan Komisi XI DPR Setujui RUU PPSK, Ini Poin Pentingnya

Whats New
Nasabah Wanaartha Life Disarankan Ajukan Gugatan Kepailitan

Nasabah Wanaartha Life Disarankan Ajukan Gugatan Kepailitan

Whats New
Daftar 10 Orang Terkaya RI 2022 Versi Forbes, Hartono Bersaudara Tetap Urutan Pertama

Daftar 10 Orang Terkaya RI 2022 Versi Forbes, Hartono Bersaudara Tetap Urutan Pertama

Whats New
Catatkan Rekor Baru pada Usia Ke-45, Pupuk Kaltim Siap Gempur Pasar Global

Catatkan Rekor Baru pada Usia Ke-45, Pupuk Kaltim Siap Gempur Pasar Global

Whats New
CORE: Peran BUMN Dibutuhkan untuk Buka Lapangan Kerja Sektor UMKM

CORE: Peran BUMN Dibutuhkan untuk Buka Lapangan Kerja Sektor UMKM

Whats New
Reformasi Birokrasi Tematik Diyakini Genjot Investasi

Reformasi Birokrasi Tematik Diyakini Genjot Investasi

Whats New
Bapenda DKI Jakarta Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Syaratnya

Bapenda DKI Jakarta Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Catat Kinerja Positif, Pupuk Kaltim Siap Tembus Pasar Global

Catat Kinerja Positif, Pupuk Kaltim Siap Tembus Pasar Global

Whats New
Investasi Migas Berbiaya Tinggi, Investor Butuh Kepastian Hukum

Investasi Migas Berbiaya Tinggi, Investor Butuh Kepastian Hukum

Whats New
Survei Nielsen: Vidio, Disney Hotstar, dan Netflix Paling Banyak Diakses di Mobile Streaming

Survei Nielsen: Vidio, Disney Hotstar, dan Netflix Paling Banyak Diakses di Mobile Streaming

Whats New
LPS Koperasi Bakal Dibahas dalam RUU Perkoperasian, Ini Alasannya

LPS Koperasi Bakal Dibahas dalam RUU Perkoperasian, Ini Alasannya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.