Petugas Bandara Letung Kembalikan Perhiasan Wisatawan Senilai Rp 180 Juta

Kompas.com - 15/08/2017, 07:49 WIB
Petugas Bandara Letung mengembalikan barang berharga milik wisatawan kepada pengelola resort Pulau Bawah, Senin (14/8/2017). dok Bandara LetungPetugas Bandara Letung mengembalikan barang berharga milik wisatawan kepada pengelola resort Pulau Bawah, Senin (14/8/2017).
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejujuran petugas Bandara Letung di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, ini pantas diapresiasi.

Adalah Syauli Firmansyah, petugas yang menemukan benda-benda berharga tersebut. Dia mengembalikan perhiasan milik seorang turis yang tertinggal di Bandara Letung setelah wisatawan itu meninggalkan bandara.

Ditaksir, nilai perhiasan yang ditemukan mencapai sekitar Rp 180 juta, yang terdiri dari jam tangan serta benda berharga lainnya.

Adapun jam tangan yang ditemukan adalah Rolex Oyster Perpetual Pearlmaster 18 karat. Di pasaran, harga jam tangan ini mencapai sekitar 13.000 dollar AS atau sekitar Rp 171 juta.

Kepala Bandara Letung Ariadi Widiawan mengungkapkan saat itu Syauli tengah bertugas dan melihat ada dompet yang tertinggal.

"Kemudian kami membukanya. Di dalam dompet tersebut ada jam tangan Rolex dan perhisan-perhiasan lainnya," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (15/8/2017).

Menurut Ariadi, pihaknya lantas menghubungi manajemen resort Pulau Bawah untuk melaporkan adanya barang milik wisatawan yang tertinggal di bandara.

Oleh pihak manajemen Pulau Bawah, barang-barang tersebut kemudian disimpan untuk kemudian disampaikan kepada wisatawan yang kehilangan perhiasan tersebut.

Pihak pengelola Pulau Bawah sangat berterima kasih dengan staf Bandara Letung yang jujur saat menemukan berbagai barang berharga itu.

Bandara Letung merupakan bandara perintis yang dibangun oleh Kementerian Perhubungan. Bandara ini menjadi pintu gerbang menuju Kepulauan Anambas, yang saat ini mulai berbenah untuk menjadi destinasi wisata.

Salah satu resort wisata yang sudah mulai beroperasi adalah di Pulau Bawah. Kawasan ini dikembangkan oleh investor asing dari sejumlah negara. Kebanyakan wisatawan yang datang ke pulau ini adalah turis asing.

Mereka terbang dari Singapura menuju Batam. Dari Batam, para turis ini menyewa pesawat menuju Bandara Letung untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pulau Bawah dengan yacht.

Selain Pulau Bawah, ada pulau-pulau lain yang juga menjadi destinasi wisata yang dikelola oleh masyarakat setempat dan investor lokal.

 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X