Pertamina Bangun Depot Avtur di Bandara Samarinda

Kompas.com - 16/08/2017, 07:48 WIB
Ilustrasi: Tangki avtur Pertamina mengisi bahan bakar pesawat di Bandara Sentani, Jayapura, beberapa waktu lalu.Kompas.com/ Bambang PJ Ilustrasi: Tangki avtur Pertamina mengisi bahan bakar pesawat di Bandara Sentani, Jayapura, beberapa waktu lalu.

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) membangun fasilitas pengisian bahan bakar pesawat di Bandara Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Kehadiran depot avtur ini memastikan bahwa bandara udara baru ini segera bisa beroperasi dalam waktu dekat. Ditargetkan, bandara ini akan mulai melayani penerbangan pada 2018.

Pembangunan ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Temindung Samarinda sekaligus penanggung jawab bandar udara baru ini, Usdek Luthermand dengan General Manager MOR VI Kalimantan Yanuar Budi Hartanto, Selasa, (15/8/2017).

Bandara ini ditarget beroperasi pada Februari 2018. Karenanya, 6 bulan sebelumnya, DPPU mulai disiapkan. Sebelum dibangun, tempat ini dikenal sebagai Bandara Samarinda Baru (BSB).

“Rencananya akan beroperasi pada bulan Februari tahun 2018 atau enam bulan setelah project kick off dilaksanakan,” kata Alicia Irzanova, Manajer Komunikasi dan Perhubungan, Pertamina Area  Kalimantan, Rabu (16/7/2017).

Bandara yang dikembangkan ini rencananya akan melayani banyak penerbangan setiap hari. Untuk itu, perlu ketersediaan avtur yang memadai. “Pasokan avtur untuk bandara ini berasal dari Balikpapan,” kata Alicia. 

Dengan beroperasinya depot avtur di Samarinda ini, Pertamina telah mengelola sebanyak 62 fasilitas serupa di seluruh Indonesia.

Pertamina memproyeksikan peningkatan permintaan Avtur di Indonesia berada di kisaran 2,5 persen  hingga 6 persen per tahun. Dalam dua tahun terakhir, konsumsi Avtur telah berada di kisaran 4 juta kilo liter per tahun.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorBambang Priyo Jatmiko
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X