Garuda Indonesia Masih Kaji Penerbangan Rute Kupang-Dilli-Darwin

Kompas.com - 16/08/2017, 11:21 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

KUPANG, KOMPAS.com - Pihak PT Garuda Indonesia Tbk sampai saat ini masih mengkaji rencana penerbangan dengan rute Kupang menuju Dili (Timor Leste) dan Darwin (Australia).

Usulan penerbangan langsung dengan rute Kupang menuju dua negara tetangga tersebut diajukan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak Tahun 2016. Namun General Manager Garuda Indonesia Kantor Cabang Kupang Kokoh Ritonga mengatakan, pihaknya masih harus menganalisis usulan tersebut.

"Kalau kami terbang menuju rute itu, maka dari Garuda harus menyiapkan infrastruktur pendukung berupa kantor maupun struktur organisasi, karena di Dilli dan Darwin belum ada kantor Garuda di sana, sehingga itu perlu dilakukan analisis secara komperhensif," kata Kokoh kepada Kompas.com di ruang kerjanya, Selasa (15/8/2017).

Menurut Kokoh, usulan tersebut sudah disampaikan ke kantor pusat Garuda Indonesia di Jakarta. Namun hingga saat ini belum ada keputusan dari manajemen.

"Sebenarnya kami bisa sewa (gedung untuk dijadikan kantor) dan prosesnya tidak lama, namun di belakang itu semua ada pertimbangan biaya juga. Kalau kita terbang ke sana (Dilli dan Darwin), kira-kira potensi pasarnya seperti apa," ucap Kokoh.

Sebenarnya Garuda Indonesia pada 2006 hingga 2009 lalu pernah menerbangi rute Kupang menuju Darwin, tapi akhirnya ditutup karena load factor yang rendah.

Sejauh ini kata Kokoh, Garuda telah mendukung pariwisata di NTT dengan membuka penerbangan ke sejumlah kabupaten di NTT seperti di Manggarai Barat (Labuan Bajo), Ende, Sikka (Maumere) dan Sumba Barat Daya (Tambolaka).

Bahkan khusus untuk rute Labuan Bajo, sehari penerbangannya tiga kali, meski jumlah penumpanya tidak penuh.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Marius Ardu Jelamu, mendesak Garuda Indonesia agar segera membuka rute penerbangan Kupang-Darwin, Australia Utara.

Menurut Marius, pembukaan rute penerbangan itu sangat penting guna merebut pasar wisatawan asal Australia yang semakin banyak berkunjung ke NTT.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lowongan Kerja Pegadaian untuk S1, Ini Persyaratannya

Lowongan Kerja Pegadaian untuk S1, Ini Persyaratannya

Work Smart
Ombudsman Minta DMO Dicabut, Mendag: Kalau Minyak Ngamuk, Emang di Sana Tanggung Jawab?

Ombudsman Minta DMO Dicabut, Mendag: Kalau Minyak Ngamuk, Emang di Sana Tanggung Jawab?

Whats New
[POPULER MONEY] Waktu Tepat untuk Membeli Emas | Mendag Zulhas: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Kenaikan Harga Beras

[POPULER MONEY] Waktu Tepat untuk Membeli Emas | Mendag Zulhas: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Kenaikan Harga Beras

Whats New
Ada Kasus BLT BBM Gagal Dicairkan, Mensos Risma Didesak Lakukan Pembenahan

Ada Kasus BLT BBM Gagal Dicairkan, Mensos Risma Didesak Lakukan Pembenahan

Whats New
Cara Transfer Pulsa Telkomsel, Indosat, XL, Tri, dan Smartfren

Cara Transfer Pulsa Telkomsel, Indosat, XL, Tri, dan Smartfren

Spend Smart
Syarat dan Cara Buka Rekening BRI, BNI, BSI, dan Mandiri Online

Syarat dan Cara Buka Rekening BRI, BNI, BSI, dan Mandiri Online

Whats New
Simak 3 Cara Transfer BCA ke DANA dengan Mudah dan Praktis

Simak 3 Cara Transfer BCA ke DANA dengan Mudah dan Praktis

Spend Smart
Cara Cek Nomor BPJS Ketenagakerjaan dengan Mudah, Cukup Siapkan NIK

Cara Cek Nomor BPJS Ketenagakerjaan dengan Mudah, Cukup Siapkan NIK

Whats New
Badan Pangan Nasional: Pemerataan Distribusi Kunci Menjaga Stabilitas Pangan

Badan Pangan Nasional: Pemerataan Distribusi Kunci Menjaga Stabilitas Pangan

Whats New
Stabilisasi Harga, Badan Pangan Nasional Serap Ayam Hidup Peternak Mandiri Kecil

Stabilisasi Harga, Badan Pangan Nasional Serap Ayam Hidup Peternak Mandiri Kecil

Rilis
Mendag Minta Anggaran Jumbo Rp 100 Triliun ke Jokowi, Buat Apa?

Mendag Minta Anggaran Jumbo Rp 100 Triliun ke Jokowi, Buat Apa?

Whats New
Jaga Harga Beras Stabil, Mendag: Impor Pun Saya Rela

Jaga Harga Beras Stabil, Mendag: Impor Pun Saya Rela

Whats New
Syarat Daftar BPJS Kesehatan Bayi Baru Lahir Sesuai Jenis Kepesertaan

Syarat Daftar BPJS Kesehatan Bayi Baru Lahir Sesuai Jenis Kepesertaan

Whats New
Sudah Seminggu Produk Daging Sapi dan Turunannya Dilarang Masuk ke Kupang, Kenapa?

Sudah Seminggu Produk Daging Sapi dan Turunannya Dilarang Masuk ke Kupang, Kenapa?

Whats New
100 Hari Jabat Mendag, Zulhas Klaim Bisa Selesaikan Polemik Minyak Goreng hingga Cegah Korupsi

100 Hari Jabat Mendag, Zulhas Klaim Bisa Selesaikan Polemik Minyak Goreng hingga Cegah Korupsi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.