Anggaran Pendidikan Rp 441 Triliun, Jangan Ada Lagi Cerita Kelas Bocor

Kompas.com - 17/08/2017, 07:53 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (20/2/2017) KOMPAS.com/Yoga SukmanaMenteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (20/2/2017)
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah kembali meningkatkan anggaran pendidikan. Bila tahun ini hanya Rp 416 triliun, maka tahun depan dananya akan mencapai Rp 441 triliun.

Besar? Tentu saja. Namun apakah anggaran sebesar itu mampu mengubah wajah infrastuktur pendidikan nasional yang belum bisa lepas dari cerita ruang kelas bocor, bahkan mau roboh?

Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan, pemerintah akan mengoptimalkan alokasi anggaran pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri, termasuk infrastrukturnya.

"Kami akan membangun dan merehabilitasi ruang kelas yang lebih dari 61.000 ruang kelas dari SD sampai SMA," ujarnya saat menggelar konferensi pers di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (16/8/2018).

Pemerintah menyadari pentingnya sektor pendidikan lantaran memiliki peranan besar mencetak generasi bangsa yang handal.

(Baca: Sri Mulyani: Anggaran Pendidikan Naik Dua Kali Lipat, Apakah Kualitasnya Juga Naik?)

 

Oleh karena itulah alokasi dana untuk pendidikan terus naik seiring peningkatan anggaran pemerintah. Di RAPBN 2018, anggaran pendidikan di pemerintah pusat Rp 146,6 triliun dan pengeluaran pembiayaan Rp 15 triliun.

Adapun sisanya, Rp 279,3 triliun dialokasikan ke daerah melalui dana transfer daerah dan dana desa.

Anggaran pendidikan Rp 441 triliun itu akan digunakan dalam Program Indonesia Pintar untuk 19,7 juta siswa, beasiswa bidik misi untuk 401.500 mahasiwa, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk 262.200 sekolah.

Selain itu, anggaran pendidikan juga akan digunakan untuk tunjangan profesi 435.000 guru non PNS, 257.000 guru PNS, dan 1,2 juta Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD).

"Pak Presiden berharap indeks pembangunan manusia kita bisa meningkat seiring dengan anggaran pendidikan yang luar biasa banyak," kata Sri Mulyani.

Kompas TV Jokowi Sebut Sistem Sekolah 5 Hari Tidak Wajib

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X