Mendag: Untuk Mencapai Target Pertumbuhan Ekonomi, Ekspor Harus Tumbuh

Kompas.com - 17/08/2017, 08:20 WIB
Menteri Pedagangan Enggartiasto Lukita di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (10/7/2017).  KOMPAS.com/ACHMAD FAUZIMenteri Pedagangan Enggartiasto Lukita di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (10/7/2017). 
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2018 mematok pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,4 persen.

Target tersebut didasarkan pada dukungan konsumsi masyarakat yang terjaga, peningkatan investasi, dan perbaikan kinerja ekspor dan impor.

Menteri Perdagangan ( Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi, maka ekspor harus tumbuh.

Apabila ekspor terus tercatat defisit, maka pertumbuhan ekonomi akan sulit untuk tumbuh. (Baca: KEIN Sarankan Pemerintah Dongkrak Ekspor lewat Diplomasi Dagang)

"Tapi yang bisa kita sampaikan ekspor kita meningkat, impor kita meningkat juga," jelas Enggartiasto pada konferensi pers RAPBN 2018 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Rabu (16/8/2017).

Enggartiasto mengungkapkan, guna mengendalikan neraca perdagangan, maka pihaknya melakukan sejumlah upaya. Salah satunya adalah dengan mempermudah impor bahan baku.

Namun demikian, ekspor pada saat bersamaan juga didukung. Selain itu, pemerintah juga berencana mempermudah terkait bea dan cukai untuk impor bahan baku.

"Dengan catatan kita harus tetap menjaga keseimbangan agar produksi tetap kompetitif," terang Enggartiasto.

Neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2017 mencatat defisit 0,27 miliar dollar AS. Defisit tersebut disebabkan menurunnya surplus neraca perdagangan nonmigas dan meningkatnya defisit neraca perdagangan migas.

Secara kumulatif Januari-Juli 2017, neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus 7,39 miliar dollar AS, lebih besar dibandingkan dengan surplus di periode yang sama tahun 2016 yang sebesar 4,76 miliar dollar AS.

Kompas TV Nilai ekspor merosot hampir 19%, sedangkan impor turun lebih dari 27%.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X