JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, diperlukan sumber-sumber pertumbuhan yang beragam.
Salah satu sumber pertumbuhan ekonomi tersebut adalah ekonomi kreatif, yang didorong usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo mengungkapkan, mendukung UMKM dan ekonomi kreatif dapat mendorong penciptaan sumber-sumber ekonomi baru. Selain itu, dapat juga mendorong pengembangan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja khususnya bagi perempuan dan mengangkat citra bangsa.
"Ekonomi kreatif Indonesia memiliki potensi besar," ungkap Agus pada acara Karya Kreatif Indonesia, Jumat (18/8/2017).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), besaran produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif pada tahun 2015 lalu mencai Rp 852 triliun.
Ekonomi kreatif pun menyerap tenaga kerja sebanyak lebih dari 15 juta orang. Ekonomi kreatif, kata Agus, memberikan kontribusi sebesar 7,4 persen terhadap total ekonomi nasional.
Dari keseluruhan ekonomi kreatif, subsektor mode, kriya, dan kuliner menyumbang kontribusi terbesar, yakni 76 persen dari total PDB ekonomi kreatif.
Selain itu, Agus juga menyoroti besarnya kontribusi wanita dalam industri kreatif. Bukan hanya pengusaha, paa wanita juga terlibat dalam proses pengerjaan.
"Industri kreatif punya keunggulan yakni memberi kesempatan lebih luas terhadap partisipasi wanita. Wanita pengusaha industri kreatif mencapai 22,6 persen," ujar Agus.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.