Bangun Perpustakaan Digital, BCA Gandeng Kompas Gramedia

Kompas.com - 21/08/2017, 19:24 WIB
Lianawaty Suwono Direktur PT Bank Central Asia Tbk (kiri) dan Lena Setiawati Executive Vice President Pengembangan dan Pembelajaran Bank BCA (kanan) memperkenalkan perpustakan digital Blims hasil kerja sama dengan Kompas Gramedia di Menara BCA, Jakarta, Senin (21/8/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDOLianawaty Suwono Direktur PT Bank Central Asia Tbk (kiri) dan Lena Setiawati Executive Vice President Pengembangan dan Pembelajaran Bank BCA (kanan) memperkenalkan perpustakan digital Blims hasil kerja sama dengan Kompas Gramedia di Menara BCA, Jakarta, Senin (21/8/2017).
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna meningkatkan minat dan budaya membaca, PT Bank Central Asia Tbk menggandeng Kompas Gramedia sebagai penyedia layanan perpustakaan digital untuk internal perusahaan.

Perpustakaan digital tersebut bernama Blims yang bisa dinikmati melalui aplikasi pada smartphone.

Dengan ini BCA menyediakan ribuan buku bacaan berbagai kategori yang bisa dibaca melalui aplikasi dengan melakukan registrasi menggunakan email yang terdaftar pada perusahaan.

Lianawaty Suwono Direktur BCA mengatakan, upaya ini sejalan dengan strategi Bank BCA dalam mengembangkan digital banking.

Menurutnya, saat ini bukan hanya industri perbankan yang bisa menuju era digital, akan tetapi, segala hal bisa dikembangkan dengan adanya perkembangan teknologi, salah satunya perpustakaan digital yang dibuat Bank BCA dengan Kompas Gramedia.

"Jadi tidak hanya produk bank saja yang digital, banyak hal yang bisa go digital terutama melalui handphone atau smartphone," ujar Lianawaty kepada Kompas.com di Menara BCA, Jakarta, Senin (21/8/2017).

Lena Setiawati Executive Vice President Pengembangan dan Pembelajaran Bank BCA mengatakan, saat ini karyawan Bank BCA bisa menikmati layanan perpustakaan digital dengan terlebih dahulu mengunduh aplikasi Blims di Play Store.

Kemudian melakukan registrasi dengan email, dan bisa menikmati perpustakaan digital dengan 2.000 buku yang tersedia dari berbagai macam kategori.

"Mungkin akan ditambah bisa sampai 6.000 sampai 10.000 buku, itu tergantung demand dan kami juga melihat trending-nya seperti apa," ujarnya.

Menurutnya, perpustakaan digital ini tidak hanya menyediakan buku-buku dengan konten serius, tetapi juga menyediakan konten buku hiburan hingga hobby dan kegemaran.

"Uniknya dengan adanya perpustakaan digital ini, semua data akan termonitor, seperti siapa yang tidak membaca buku, buku apa yang dibaca, kategori apa, ini kelebihannya, sebelumnya manual semua," tambahnya.

Lena mengatakan, sebelum ada perpusatakaan digital ini, Bank BCA telah mempunyai perpustakaan fisik yang tersedia di Wisma BCA Slipi Jakarta Barat dan di kantor-kantor wilayah.

Namun, dalam perkembangannya perpustakaan fisik mulai mengalami hambatan seperti akses dan keterjangkauan peminjam untuk meminjam buku, pengembalian buku, hingga waktu kirim buku kepada peminjam dan sebaliknya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X