Desmon Silitonga
Head Investment

Analis PT Capital Asset Management, alumnus Pascasarjana FE UI.

First Travel dan Skema Ponzi

Kompas.com - 23/08/2017, 09:31 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorLaksono Hari Wiwoho

Oleh sebab itulah, jika masyarakat tidak aware dengan kondisi ini, masyarakat sendirilah yang selalu dirugikan. Pemerintah dan otoritas di sektor keuangan tidak akan melakukan talangan jika terjadi kerugian, seperti yang terjadi pada kasus FT.

Kedua, langkah Kementerian Agama untuk mengkaji penetapan tarif bawah paket perjalanan umrah patut diapresiasi untuk mencegah terjadinya perang tarif.

Namun, langkah ini juga harus diikuti dengan pengawasan dengan melakukan audit berkala terhadap agen atau biro perjalanan. Yang tidak patuh harus diberik punishment tegas. Jika perlu di-blacklist, sehingga tidak bisa lagi membuka bisnis sejenis.

Ketiga, mendorong adanya pengawasan terintegrasi untuk menciptakan pengawasan yang kokoh. Sejauh ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan pengawas di sektor keuangan dan non keuangan. Sayangnya, OJK juga terbatas dalam menjalankan pengawasan.

Hal ini dapat dilihat dari masih bermunculannya kasus penyalahgunaan dana yang digalang dari masyarakat. Apalagi, kasus yang sering muncul berada di luar yuridiksi OJK, seperti koperasi dan biro perjalanan.

Sejauh ini, solusinya baru dengan kehadiran Satuan Tugas Waspada Investasi yang melibatkan banyak lembaga dan instansi. Meski begitu, satgas ini hanya berada dalam level koordinasi, belum menyentuh pengawasan yang terintegrasi.

Itulah sebabnya, pengawasan yang terintegrasi ini perlu dipertimbangkan ke depannya, sehingga proses mitigasi dapat dilakukan lebih baik, sebelum kasus meledak.

Keempat, mendorong edukasi dan sosialisasi secara konsisten dan berkelanjutan, khususnya terkait risk dan return, skema ponzi, dan investasi-investasi legal serta berisiko.

Sosialisasi dan edukasi ini diharapkan dapat memperbaiki literasi masyarakat, sehingga diharapkan (meski tidak seutuhnya jadi jaminan) tidak mudah tergiur pada tawaran-tawaran di luar yang diberikan pasar. Awalnya memang manis, tetapi pada akhirnya akan berujung pahit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.