Sri Mulyani: Mana Kadesnya? Saya Mau Selfie dengan Beliau

Kompas.com - 23/08/2017, 17:12 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani berselfie dengan Kepala Desa Ponggok Junaedhi Mulyono, Direktur BUMDes Ponggok Joko Winarno, dan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Klaten Sri Mulyani, di Umbul Ponggok, Klaten, Rabu (23/8/2017). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaMenteri Keuangan Sri Mulyani berselfie dengan Kepala Desa Ponggok Junaedhi Mulyono, Direktur BUMDes Ponggok Joko Winarno, dan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Klaten Sri Mulyani, di Umbul Ponggok, Klaten, Rabu (23/8/2017).
|
EditorMuhammad Fajar Marta

KLATEN, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengunjungi tempat wisata, Umbul Ponggok, Klaten, Jawa Tengah. Setiba di lokasi wisata air tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Klaten Sri Mulyani mengajak mantan Managing Director World Bank itu untuk berselfie.

Perempuan yang akrab disapa Ani itu melayani permintaan selfie Sri. Saat berfoto, Ani tiba-tiba berceletuk dan mencari-cari Kepala Desa Ponggok Junaedhi Mulyono. Ternyata, Ani ingin berselfie dengan Junaedhi yang disebut-sebut berhasil memajukan Desa Ponggok.

"Mana Pak Kadesnya? Eh saya mau selfie sama kepala desanya yang terkenal itu lho," kata Ani sambil menengok ke arah kanan dan kiri.

Pejabat setempat pun mencari dan memanggil-manggil Junaedhi. Kemudian Junaedhi datang dan memperkenalkan diri kepada Ani. Tak menunggu lama, Ani langsung mengeluarkan telepon selulernya dan beranjak dari tempat duduknya.

"Ayo Pak, selfie Pak," kata Ani mengajak Junaedhi berselfie. Plt Bupati Klaten Sri Mulyani yang duduk di samping Junaedhi tak mau ketinggalan ikut berpose di kamera Ani.

Setelah beberapa kali mengambil foto, Direktur BUMDes Joko Winarno juga ingin berfoto bersama. "Saya juga mau (selfie), Bu," kata Joko kepada Ani.

"Oh iya, ayo.. Sama-sama lurik ini bajunya," kata Ani kepada Joko. Cekrek! Sambil tersenyum lebar, mereka berempat berselfie bersama.

Pada kesempatan itu, Ani bertanya mengenai Desa Ponggok kepada Junaedhi dan Joko. Mulai dari alokasi dana desa hingga kehidupan masyarakatnya.

Ani menjelaskan, mulai dari tahun 2015, pemerintah mengalokasikan dana desa ke tiap desa di Indonesia. Pada tahun 2017, pemerintah mengalokasikan dana desa sebesar Rp 60 triliun. Jumlah yang sama juga akan dialokasikan pada RAPBN 2018.

"Apakah benar dana desa ini bisa mengurangi tingkat kemiskinan, terutama sampai di level desa," kata Ani. Desa Ponggok merupakan desa wisata terbaik tahun 2017 dan BUMDes terbaik pada tahun 2016.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X