Dari Makaroni Ngehe, Ali Muharam Raup Omzet Rp 3 Miliar Per Bulan

Kompas.com - 24/08/2017, 07:00 WIB
Kompas TV Raup Omzet Jutaan Rupiah dengan Jualan Takjil
|
EditorAprillia Ika

"Tantangannya saya menjual sesuatu yang sudah banyak dijual di warung, bahkan ada yang beranggapan ngapain sih jualan kayak gitu, di warung kan sudah banyak,'' kata Ali.

Benar saja, Ali membuktikan bahwa pilihannya tak salah, dalam satu gerai Makaroni Ngehe, Ali memberikan pilihan makaroni yang berbeda dengan yang dipasaran.

Akan tetapi banyak pandangan sebelah mata dan keraguan tak membuat dirinya mundur, Ali pun semakin bersemangat, suatu waktu ada sekumpulan anak kecil yang mendatangi outlet Makaroni Ngehe pertama di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Bang jual apaan sih?,'' tiru Ali mengenang momen tersebut.

Menurut Ali saat itu dirinya memberikan sampel produk jualannya kepada anak-anak tersebut untuk mencicipi rasa Makaroni Ngehe.

"Setelah itu ada yang tanya berapa harganya, saya jawab ada yang RP 1.000 sampai Rp 5.000 per bungkus, ternyata mereka kaget karena megira harganya mahal karena saya jual di toko dengan segala interior dan ciri khas Makaroni Ngehe," jelas Ali.

Ali menjelaskan, dari momen tersebutlah Makaroni Ngehe mulai dikenal masyarakat hingga tersebar melalui promosi mulut ke mulut dan pada tahun 2015, Ali memutuskan untuk bekerja sama dengan penyedia aplikasi  transportasi online yang menyediakan layanan pesan antar makanan.

Menurutnya, meyakinkan konsumen terhadap produk yang dijual bukanlah hal mudah, perlu waktu dan usaha yang keras agar produknya mampu dikenal dan tak lupa menjaga kualitas rasa dengan melakukan quality control secara berkala.

"Dulu orang cuma lihat, foto, karena tempatnya memang mencolok, warnanya merah, pakai canopy merah, namanya Ngehe, tetapi lama-lama dikenal dan saya berani buka cabang," papar Ali.

Berbagai ragam rasa, dan menu di Makaroni Ngehe pun terus Ali kembangkan demi menjaga rasa setia konsumen terhadap produknya.

Untuk saat ini saja Makaroni Ngehe menjual mulai dari Makaroni Ngehe kering, makaroni basah, makaroni campur atau mix, bihun kering, makaroni basah dan bihun kering, otak-otak, dan mie kriuk. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.