Kisah Ali Muharam Bangun Bisnis Makaroni Ngehe hingga Hasilkan Rp 3 Miliar Per Bulan

Kompas.com - 24/08/2017, 07:30 WIB
|
EditorAprillia Ika

"Setiap habis operasional jam 22.00 WIB saya bersihkan lumuran minyak, saya pel, kemudian pakai alas kertas roti dan tumpukan selimut untuk tidur setiap harinya," cerita Ali.

Ali berujar, dari fase-fase perjuangan yang dirinya lewati dirinya belajar untuk lebih tekun dalam mengembangkan usahanya.

Segala keraguan dan pandangan sebelah mata dari orang lain terhadap usahanya pun, dia mentahkan dengan segala kegigihannya. 

"Semakin saya diragukan, semakin kuat saya ingin membuktikan," tegas Ali.

Kini Makaroni Ngehe sudah merambah di berbagai kota mulai dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, hingga Yogyakarta dan mampu menghabiskan makaroni 30 ton per bulan.

"Dulu awal-awal satu outlet omzetnya Rp 30.000 per hari, kini sudah ada 30 outlet dan rata-rata Rp 3 sampai 5 juta, kalau total kurang lebih Rp 3 miliar per bulan," ungkap Ali.

Ali pun bahagia telah membuka lapangan pekerjaan bagi 400 orang yang berkerja dengan dirinya, tak hanya itu, Makaroni Ngehe juga  tengah membuka cabang baru yang diberi nama Makaroni Ngehe Premium dimana oultet  tersebut dibuka di mal atau pusat perbelanjaan di Jakarta dan Yogyakarta.

Mengapa Makaroni Ngehe?

Ali bercerita, nama Makaroni Ngehe dipilih karena berdasarkan perjalanan hidup dirinya yang dia jalani sebelum membangun bisnis kuliner tersebut sangat memprihatinkan dalam artian "ngehe" menurut Ali.

Mulai dari menggeluti pekerjaan Office Boy, pedagang makanan, pejaga toko baju, hingga mengalami kelaparan, tidak memiliki tempat tinggal adalah beberapa hal yang membuat dirinya menjadi seperti saat ini.

"Kenapa Makaroni Ngehe namanya? karena fase-fase hidup saya yang ngehe banget, saya harus kelaparan, minum air keran, dimaki-maki atasan, dibodoh-bodohin depan orang banyak," kata Ali.

Namun demikian, lanjut Ali, dari sisi branding atau merek, menurutnya kata 'ngehe' memiliki arti yang kuat, simple atau mudah diingat.

"Dari kehidupan ngehe itulah saya bertekad untuk memertahankan bisnis ini, menjaga sustainability-nya," pungkas Ali. 

Kompas TV Menjadikan bisnis kamu "online", terbukti bisa meningkatkan omzet dan bisa tumbuh lebih pesat. Contohnya, dua bisnis berikut, yakni Brodo dan Hijup.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.