Bakrie Eksplorasi Tiga Sumur Geothermal Ponorogo-Madiun

Kompas.com - 25/08/2017, 07:50 WIB
Perwakilan PT Bakrie Darmakarya Energi bersalaman dengan pejabat Pemkab Madiun membahas rencana eksplorasi dua sumur geothermal di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kamis ( 24/8/2017) .KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi Perwakilan PT Bakrie Darmakarya Energi bersalaman dengan pejabat Pemkab Madiun membahas rencana eksplorasi dua sumur geothermal di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kamis ( 24/8/2017) .

MADIUN, KOMPAS.com - Grup Bakrie Darmakarya Energi mulai mengeksplorasi tiga sumur geothermal (panas bumi) di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun dan Ngebel, Kabupaten Ponorogo.

Bila selesai dieksplorasi, tiga sumur geothermal itu bakal menghasilkan energi listrik hingga 165 megawatt.

"Target dari masing-masing sumur mampu menghasilkan energi listrik sebesar 55 megawatt," kata Senior Field Operation PT Bakrie Darmakarya Energi, Saiful Anwar saat ditemui usai bertemu dengan tim Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Madiun, Kamis (24/7/2017) 

Rinciannya, dua sumur di wilayah Mendak, Kabupaten Madiun dan satu sumur di wilayah Ngebel, Kabupaten Ponorogo.

(Baca: Geothermal Ditolak, Pendekatan Sosial ke Masyarakat Jadi Solusi)

 

Menurut Saiful kedatangannya ke Pemkab Madiun memberikan penjelasan rencana realisasi proyek panas bumi yang ada di area Mendak, Kecamatan Dagangan. Luas area proyek panas bumi seluas 31.880 hektar.

Ia mengatakan saat ini pihaknya memperlebar infrastruktur jalan menuju akses lokasi pengeboran di Ponorogo. Rencananya, pengerjaan dua sumur di Madiun akan dimulai setelah hasil dari pengeboran di Ponorogo diketahui.

"Prosesnya satu-satu dulu. Kami meminimalisir kegagalan lantaran biaya pengeboran tidaklah murah," kata Saiful.

Saiful mengatakan selain melakukan pelebaran jalan, pihaknya juga akan melakukan review ennginering, dan juga dampak sosial. Sebab, selama operasi proyek, pihaknya akan menggunakan jalan desa yang telah disepakati. 

Kepala Bidang ESDM Kabupaten Madiun, Aris Budi mengatakan KPPT Kabupaten Madiun memanggil PT Bakrie Darmakarya Energi selaku pemenang proyek pengerjaan energi panas bumi Kementerian ESDM untuk mengetahui progres atau perkembangan proyek.

Pemkab Madiun berharap kantor serta fasilitas proyek dibangun di Madiun, bukan di Ponorogo. Aris mengatakan keberadaan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Kabupaten Madiun dapat meningkatkan perekonomian bagi masyarakat Madiun.

Ia memprediksi Pemkab Madiun akan mendapatkan Rp 100 miliar dari pos pendapatan non pajak dengan hadirnya pembangkit listrik energi geothermal di Mendak.

Bila tidak ada aral melintang tahun 2020 pembangkit listrik tenaga panas bumi di Desa Mendak sudah selesai dan dapat menghasilkan listrik. 

Kompas TV 72 tahun Indonesia telah merdeka. Namun kemerdekaan ini belum dirasakan oleh sebagian masyarakat yang berada di 2 desa di Mandailing Natal, Sumatera Utara.


EditorAprillia Ika

Close Ads X