Kompas.com - 25/08/2017, 14:00 WIB
Ilustrasi taksi online Uber Ilustrasi taksi online Uber
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Lantaran pada praktiknya taksi dalam jaringan (daring/online) mengangkut manusia, tetap diperlukan peraturan tegas untuk perlindungan terhadap manusia itu. Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengemukakan hal itu sebagaimana rilis yang diterima Kompas.com hari ini. "Peraturan itu menyangkut keselamatan manusia," katanya.

Ia menyebutkan beberapa peraturan untuk keselamatan itu antara lain uji kir atau kelayakan pakai kendaraan. Harus ada juga standar layanan konsumen. "Pemerintah harus tegas terhadap beroperasinya taksi online," katanya lagi.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) melayangkan surat bernomor 37 P/HUM/2017 tentang Uji Materi terhadap Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Surat itu terkait dengan uji materi peraturan menteri tersebut tentang taksi daring. (Baca: 14 Aturan Taksi Online Dibatalkan MA, Menhub Minta Masyarakat Tenang)

Pada bagian selanjutnya, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Angkutan Darat (Sekjen DPP Organda) Ateng Aryono mengatakan harus terus dicari pandangan yang luas tentang taksi daring dari berbagai pihak, termasuk Organda. Salah satunya soal tarif batas atas dan bawah.

Menurut hematnya, tarif batas atas untuk melindungi konsumen atau pengguna supaya operator taksi online tidak semena-mena mengenakan tarif atasnya. "Sementara, tarif batas bawah dimaksudkan untuk melindungi pengemudi agar memperoleh tarif yang wajar,"  katanya.

Menteri Perhubungan Budi Karya sebelumnya meminta masyarakat tidak resah dengan keputusan MA. Karena,pihaknya segera akan mencari solusi untuk merumuskan kembali peraturan tentang taksi online ini. Berdasarkan alasan itulah, Kemenhub akan mengumpulkan para ahli dan berbagai pemangku kepentingan yang terkait dengan beroperasinya taksi online ini. (Baca: Kemenhub Kaji Aturan Baru Taksi Online)


Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.